Kecemasan Investor di Konflik Timur Tengah Turun, Bursa Asia Menguat

1 hour ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia — Bursa Asia dibuka menguat seiring meredanya kekhawatiran investor terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah. Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyatakan bahwa proses negosiasi antara Washington dan Iran telah memasuki tahap akhir menjadi angin segar bagi pasar saham kawasan Asia.

Di kawasan Asia, indeks utama bergerak di zona hijau. Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,92%, ditopang penguatan saham teknologi dan eksportir.

Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia melonjak 1,27% mengikuti sentimen risk-on investor global.

Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong juga menunjukkan penguatan. Futures Hang Seng berada di level 25.761, lebih tinggi dibanding penutupan sebelumnya di posisi 25.651,12.

Mengutip CNBC Internasional, optimisme terhadap potensi meredanya ketegangan geopolitik mendorong penguatan pasar ekuitas global, sekaligus menahan reli tajam harga minyak yang sebelumnya dipicu oleh gangguan distribusi energi di kawasan Teluk.

Harga minyak telah mengalami kenaikan tajam seiring dengan blokade pelabuhan-pelabuhan Iran oleh pemerintahan Trump, sementara Selat Hormuz, salah satu jalur perairan energi terpenting di dunia, telah ditutup secara efektif oleh Teheran.

Namun para investor juga akan fokus pada data ekonomi yang dirilis dari kawasan Asia-Pasifik, terutama data perdagangan Jepang yang dijadwalkan dirilis pada hari ini.

Sebagai informasi, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berjangka naik 0,78% menjadi US$99,03 per barel dalam perdagangan Asia pagi ini, sementara minyak mentah Brent naik 0,73% menjadi US$105,72 per barel.

Pada sesi Rabu, kontrak berjangka WTI turun 5,66% dan ditutup pada US$98,26 per barel, sementara minyak mentah Brent turun 5,63% dan ditutup pada US$105,02 per barel.

Pelaku pasar turut mencermati perkembangan harga minyak mentah dunia setelah volatilitas tinggi dalam beberapa hari terakhir. Harga minyak sempat terkoreksi tajam pada perdagangan sebelumnya usai muncul sinyal diplomatik antara AS dan Iran.

Di sisi lain, bursa Amerika Serikat, Wall Street turut menjadi katalis positif bagi pasar Asia. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melonjak 645,47 poin atau 1,31% ke level 50.009,35.

Sementara itu, indeks S&P 500 menguat 1,08% menjadi 7.432,97 dan Nasdaq Composite naik 1,54% ke posisi 26.270,36, ditopang reli saham teknologi serta membaiknya sentimen investor terhadap prospek ekonomi global.

Meski demikian, kontrak futures saham AS bergerak cenderung melemah pada perdagangan awal. Futures S&P 500 turun 0,3%, Nasdaq 100 futures terkoreksi 0,4%, sedangkan Dow futures melemah sekitar 52 poin.

(mkh/mkh)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |