Breaking News: Trump Umumkan Update Baru Proposal Damai Perang AS-Iran

1 hour ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan sinyal kuat bahwa proses negosiasi dengan Iran kini berada di titik krusial antara tercapainya kesepakatan atau dimulainya kembali gelombang serangan militer yang mematikan. Ini dilontarkan setelah Pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa mereka tengah meneliti proposal perdamaian terbaru yang diajukan oleh AS.

Mengutip laporan Agence France-Presse (AFP) pada Rabu (21/05/2026), Presiden Trump yang sebelumnya menyebutkan bahwa negosiasi telah memasuki tahap akhir, kini memperingatkan dengan tegas bahwa celah bagi diplomasi dapat tertutup dalam waktu singkat jika tidak ada kesepakatan mutlak. Sinyal panas ini dilemparkan sang presiden di hadapan awak media sesaat sebelum situasi di koridor diplomatik kembali menegang.

"Ini benar-benar berada di garis perbatasan, percayalah," ujar Presiden Donald Trump. "Jika kami tidak mendapatkan jawaban yang benar, semuanya akan bergerak sangat cepat dan kami semua sudah siap untuk bergerak."

Presiden Trump menilai bahwa kesepakatan damai sebenarnya dapat tercapai dalam hitungan beberapa hari saja, namun dengan syarat mutlak bahwa pihak Tehran harus memberikan jawaban yang sepenuhnya memuaskan bagi Washington. Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei menyatakan bahwa pihaknya telah menerima poin-poin pandangan dari pihak Amerika Serikat dan kini sedang mempelajari dokumen tersebut secara saksama.

Pihak Iran sendiri tetap teguh pada pendiriannya dengan menuntut pembebasan aset-aset mereka yang dibekukan serta penghentian total blokade pelabuhan oleh militer AS sebelum kesepakatan disetujui. Tak lama setelah itu, Kepala Negosiator Iran Mohammad Bagher Ghalibaf justru menuduh balik Washington sengaja mencari celah untuk memulai kembali peperangan setelah adanya ancaman serangan baru dari Presiden Trump.

"Pergerakan musuh, baik yang terang-terangan maupun rahasia, menunjukkan bahwa terlepas dari tekanan ekonomi dan politik, mereka belum meninggalkan tujuan militer dan berusaha memulai perang baru," kata Mohammad Bagher Ghalibaf.

Pernyataan keras ini juga diperkuat oleh pasukan elite Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran yang memperingatkan bahwa jika agresi militer terhadap kedaulatan Iran sampai terulang, maka konflik baru dipastikan akan meluas jauh melampaui batas wilayah Timur Tengah. Meskipun perang urat saraf terus berkobar, proses pertukaran diplomasi yang dimediasi oleh Pakistan dilaporkan masih berjalan di balik layar guna mengamankan akhir dari perang secara formal.

Dampak dari dinamika perundingan ini langsung terasa ke sektor finansial global di mana harga minyak dunia dilaporkan anjlok lebih dari 5 persen pada hari Rabu karena pasar mengendus adanya harapan damai. Sentimen positif ini juga sempat membuat bursa saham AS melesat naik, walaupun para analis mengingatkan para investor untuk tetap waspada mengingat jalur pelayaran vital di Selat Hormuz saat ini masih ditutup efektif bagi sebagian besar kapal dagang.

Melihat situasi ini, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan memberikan apresiasi tinggi terhadap keputusan Presiden Trump yang memilih untuk memberikan kesempatan pada jalur diplomasi dalam menyelesaikan konflik. Perwakilan dari Riyadh tersebut juga mendesak agar Iran segera memanfaatkan peluang emas ini demi menghindari implikasi berbahaya dari eskalasi militer yang lebih luas di kawasan.

(tps/tps)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |