Jakarta -
Kapolda Maluku Irjen Dadang Hartanto menjenguk salah satu korban penganiayaan anggota Brimob Polda Maluku, Bripda MS, di Kota Tual, Maluku. Korban yang dijenguk Irjen Dadang adalah NK (15), kakak dari siswa MTs inisial AT (14) yang meninggal dunia setelah dianiaya.
"Hadir langsung sebagai bentuk empati, tanggung jawab moral. Kemudian penegasan bahwa negara tidak abai terhadap pelanggaran hukum, terlebih jika dilakukan oleh aparat penegak hukum," kata Irjen Dadang dilansir detikSulsel, Selasa (24/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Irjen Dadang menjenguk NK yang dirawat di Rumah Sakit Tingkat II Prof JA Latumeten, Ambon, pada Senin (23/2) siang. Dia juga berdialog dengan orang tua korban dan memastikan korban dirawat dengan baik.
"Meninjau kondisi medis korban, berdialog dengan tim dokter, dan memastikan seluruh kebutuhan pengobatan terpenuhi secara optimal," ujarnya.
Dadang juga menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada keluarga korban. Dia menegaskan kehadirannya sebagai tanggung jawab moral.
"Saya hadir bukan hanya sebagai pimpinan institusi, tetapi sebagai bentuk tanggung jawab moral. Atas nama pribadi dan institusi Polri, saya menyampaikan permohonan maaf. Kami sangat berduka atas kejadian ini," katanya.
Dalam kesempatan ini, Dadang juga menegaskan peristiwa ini menjadi evaluasi serius bagi jajaran Polda Maluku. Dia ingin memastikan kejadian ini tidak terulang.
Diketahui, NK turut menjadi korban penganiayaan bersama adiknya AT oleh Bripda MS. Korban NK mengalami patah tulang dan kini dirawat intensif di rumah sakit.
Simak lengkapnya di sini.
Tonton juga video "Momen Oknum Brimob Penganiaya Siswa di Tual Jalani Sidang Etik"
(zap/yld)

















































