Ini 7 Gunung Tertinggi di Setiap Benua, Ada Puncak Jaya RI

2 hours ago 1

Aisha Mayra,  CNBC Indonesia

24 August 2026 15:10

Jakarta, CNBC Indonesia - Gunung-gunung tertinggi di dunia bukan sekadar bentang alam yang menjulang ribuan meter di atas permukaan laut, tetapi juga menjadi penanda ekstremnya kondisi geografis di berbagai belahan bumi.

Dari Mount Everest di Asia yang mencapai 8.850 meter hingga Puncak Jaya di Indonesia, setiap benua memiliki puncaknya sendiri dengan karakter dan keistimewaan yang berbeda.

Perbedaan ketinggian tersebut menunjukkan betapa beragamnya bentang alam Bumi, sekaligus menjadikan puncak-puncak ini sebagai tantangan besar bagi para pendaki dari seluruh dunia.

everest, nepal. AP/Niranjan Shresthaeverest, nepal. AP/Niranjan Shrestha Foto: everest, nepal. AP/Niranjan Shrestha


Dari banyak puncak tertinggi, Indonesia ternyata memiliki salah satu dari tujuh titik tertinggi di masing-masing benua di dunia. Puncak Jaya di Papua berdiri pada ketinggian 4.884 meter di atas permukaan laut dan menjadi titik tertinggi di kawasan Oceania.

Namun, jika diukur dari ketinggian, Puncak Jaya justru berada di posisi terakhir dalam daftar. Di atasnya terdapat enam gunung lain, dengan Mount Everest di Asia berdiri jauh lebih tinggi dibandingkan seluruh puncak lainnya.

Berikut daftar tujuh gunung tertinggi di masing-masing benua berdasarkan ketinggian di atas permukaan laut.

Everest Tak Tertandingi

Mount Everest bukan hanya menjadi gunung tertinggi di Asia, tetapi juga puncak tertinggi di dunia berdasarkan ketinggian di atas permukaan laut.

Jaraknya dengan gunung tertinggi kedua, Aconcagua di Argentina, cukup lebar. Aconcagua memiliki ketinggian 6.959 meter, sehingga terdapat selisih 1.891 meter antara keduanya.

Gunung Aconcagua pegunungan di benua Amerika. (Wikipedia)Gunung Aconcagua pegunungan di benua Amerika. (Wikipedia) Foto: Gunung Aconcagua pegunungan di benua Amerika. (Wikipedia)

Everest berada di kawasan Himalaya, tepatnya di perbatasan Nepal dan Tibet. Gunung ini juga dikenal dengan nama Chomolungma atau Sagarmāthā.
Ketinggian ekstrem Everest tidak lepas dari aktivitas tektonik. Tumbukan lempeng India dan Eurasia terus mendorong kawasan Himalaya ke atas sejak puluhan juta tahun lalu.


Proses tersebut bahkan masih berlangsung. Everest diperkirakan bertambah sekitar 0,078 inci atau hampir 2 milimeter setiap tahun.

Di posisi kedua, Aconcagua menjadi gunung tertinggi di Amerika Selatan sekaligus titik tertinggi di Belahan Barat. Gunung yang berada di Argentina ini mencapai 6.959 meter.

Gunung Kilimanjaro. (Wikipedia)Gunung Kilimanjaro. (Wikipedia) Foto: Gunung Kilimanjaro. (Wikipedia)


Sementara itu, Amerika Utara menempatkan Denali atau Mount McKinley di posisi ketiga dengan ketinggian 6.190 meter.


Menariknya, ketinggian dari permukaan laut tidak selalu menggambarkan seberapa jauh sebuah gunung menjulang dari dasar hingga puncaknya. Denali memiliki elevasi dari dasar ke puncak yang lebih besar dibandingkan Everest, meski posisi puncaknya di atas permukaan laut lebih rendah.


Empat Puncak Bahkan di Bawah 6.000 Meter

Setelah tiga besar, jarak ketinggian antargunung mulai menyempit.
Kilimanjaro di Tanzania menjadi titik tertinggi Afrika dengan 19.340 kaki atau 5.895 meter. Sementara itu, Mount Elbrus di Rusia berada di posisi kelima dengan 18.510 kaki atau 5.642 meter.

Dua puncak terakhir bahkan belum mencapai 5.000 meter. Vinson Massif di Antarktika memiliki ketinggian 16.050 kaki atau 4.892 meter, hanya sedikit di atas Puncak Jaya yang mencapai 16.024 kaki atau 4.884 meter.

Artinya, dari tujuh titik tertinggi di masing-masing benua, hanya tiga yang berada di atas 6.000 meter.


Puncak Jaya Terakhir, Tapi Punya Rekor Lain

Puncak Jaya berada di urutan ketujuh jika ukuran yang digunakan adalah ketinggian dari permukaan laut. Namun, gunung di Papua ini memiliki rekor geografis tersendiri.
Dengan ketinggian 4.884 meter, Puncak Jaya atau Mount Carstensz merupakan gunung tertinggi di dunia yang berada di sebuah pulau.

Dengan kata lain, peringkat terakhir Puncak Jaya tidak menggambarkan seluruh keunikannya. Posisi tersebut hanya berlaku jika ukuran yang digunakan adalah elevasi di atas permukaan laut.

Salju Gunung Jaya Wiijaya kian menipis. (Tangkapan Layar Youtube Info BMKG)Salju Gunung Jaya Wiijaya kian menipis. (Tangkapan Layar Youtube Info BMKG) Foto: Salju Gunung Jaya Wiijaya kian menipis. (Tangkapan Layar Youtube Info BMKG)


Dari 7 Puncak Jadi Satu Tantangan

Tujuh gunung tersebut kemudian melahirkan tantangan yang jauh lebih besar daripada sekadar mencapai satu puncak. Namanya Seven Summits Challenge, yakni tantangan untuk mencapai titik tertinggi di tujuh benua.

Pendakian Everest sendiri pertama kali terkonfirmasi berhasil dilakukan Edmund Hillary dan Tenzing Norgay pada 1953.

Tantangan Seven Summits kemudian menjadi target tersendiri bagi para pendaki dunia. Richard Bass tercatat sebagai orang pertama yang menyelesaikannya secara terverifikasi pada 1985.

Namun, jumlah orang yang berhasil menuntaskan seluruh tantangan tersebut masih jauh lebih sedikit dibandingkan mereka yang mencapai Everest.

Kurang dari 500 pendaki tercatat telah menyelesaikan Seven Summits Challenge sejak penyelesaian pertama oleh Richard Bass. Sementara itu, lebih dari 7.500 orang telah berhasil mencapai puncak Everest.

(mae/mae)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |