IHSG Dalam Tekanan, Saham LQ45 Coba Melawan

3 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dalam tekanan pada perdagangan intraday hari ini, Rabu (4/2/2026). Per pukul 11.05 WIB, indeks turun 0,86% atau -69,76 poin ke level 8.052,84. 

Pada awal perdagangan hari ini, IHSG sempat menguat ke level 8.194,68 atau naik 0,89%. Akan tetapi kemudian tekanan jual meningkat dan membuat IHSG masuk ke zona merah. 

Indeks sempat bangkit kembali ke zona hijau sekitar pukul 10.00 WIB. Akan tetapi tidak cukup kuat bertahan. 

Sebanyak 429 saham turun, 290 naik, dan 239 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 12,36 triliun, melibatkan 23,98 miliar saham dalam 1,54 juta kali transaksi. 

Adapun indeks LQ45 atau kumpulan saham-saham dengan fundamental baik beberapa kali mencoba mengangkat indeks. Saham perbankan hingga siang ini masih berada di zona hijau. 

Bank Syariah Indonesia (BRIS) melaju kencang dengan kenaikan 8,11%. Lalu Bank Tabungan Negara (BBTN) 2,86%, Bank Mandiri (BMRI) 1,24%, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) 1,32%, dan Bank Negara Indonesia (BBNI) 0,65%. 

Sementara itu, sebagian besar pasar Asia-Pasifik dibuka turun pada hari ini, mengikuti penurunan Wall Street setelah aksi jual saham teknologi AS membebani sentimen pasar.

Indeks Nikkei 225 Jepang turun 1,2%, terbebani oleh saham-saham teknologi. Di antara saham yang mengalami penurunan terbesar di indeks tersebut adalah produsen peralatan chip Lasertec, yang anjlok 7%, dan pembuat game Konami Group, yang turun 5,8%. Perusahaan peralatan semikonduktor Jepang, Tokyo Electron, juga turun 3,2%.

Indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,22%, dipimpin oleh saham-saham teknologi, akademis, dan jasa pendidikan.

Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,4%, sementara indeks Kosdaq untuk saham berkapitalisasi kecil naik 1,01%.

(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |