Hujan Ekstrem Picu Banjir dan Longsor, 110 Orang Tewas

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Korban tewas akibat cuaca ekstrem yang memicu banjir dan tanah longsor di Afghanistan terus bertambah. Otoritas setempat melaporkan sedikitnya 110 orang meninggal dunia dalam 12 hari terakhir, sementara tujuh orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Badai dan hujan lebat mulai melanda sebagian besar wilayah Afghanistan sejak sekitar 12 hari lalu, memengaruhi hampir seluruh dari 34 provinsi di negara tersebut. Dalam 24 jam terakhir saja, tercatat 11 orang tewas dan enam lainnya mengalami luka-luka, menurut Otoritas Manajemen Bencana.

Secara total, bencana banjir, tanah longsor, dan sambaran petir telah melukai sedikitnya 160 orang. Selain korban jiwa, kerusakan infrastruktur juga meluas, dengan 958 rumah dilaporkan hancur total dan 4.155 lainnya mengalami kerusakan sebagian.

Dilansir The Associated Press, Selasa (7/4/2026), Kementerian Pertahanan Afghanistan menyatakan pihaknya telah mengerahkan helikopter untuk evakuasi darurat. Dua warga berhasil diselamatkan setelah terjebak banjir di Provinsi Herat, wilayah barat negara itu.

Kerusakan juga terjadi pada infrastruktur vital. Lebih dari 325 kilometer jalan dilaporkan hancur, sementara sektor ekonomi seperti bisnis, pertanian, saluran irigasi, dan sumber air bersih turut terdampak. Secara keseluruhan, bencana ini memengaruhi sedikitnya 6.122 keluarga, meski angka tersebut masih bersifat sementara.

Pihak berwenang telah mengeluarkan peringatan cuaca untuk hampir seluruh wilayah Afghanistan pada Selasa, serta mengimbau masyarakat untuk menjauhi sungai dan daerah rawan banjir.



Sebelumnya, pada awal tahun ini, cuaca ekstrem berupa hujan salju lebat dan banjir bandang juga telah menewaskan puluhan orang. Bahkan pada musim semi 2024, lebih dari 300 orang dilaporkan meninggal akibat banjir bandang di negara tersebut.

Dampak bencana turut mengganggu mobilitas warga. Dua jalan raya utama ditutup selama beberapa hari akibat longsor dan banjir. Jalan Kabul-Jalalabad, jalur utama penghubung ibu kota dengan perbatasan Pakistan dan wilayah timur, telah ditutup sejak Kamis lalu. Sementara itu, jalur dari Jalalabad menuju provinsi Kunar dan Nuristan juga tidak dapat dilalui sejak Minggu akibat longsoran batu.

(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |