Jakarta, CNBC Indonesia - Situasi di Yaman kembali memanas. Kelompok Houthi dilaporkan berhasil mengambil alih Pulau Perim atau Mayyun, sebuah pulau strategis yang berada di tengah Selat Bab Al Mandab pada Jumat (11/9/2026).
Penguasaan wilayah tersebut menjadi perhatian karena Bab Al Mandab merupakan salah satu jalur pelayaran penting yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden. Di tengah perkembangan tersebut, Arab Saudi dilaporkan meminta bantuan militer kepada Amerika Serikat (AS) untuk menghadapi kelompok Houthi.
Seorang pejabat Yaman yang tidak disebutkan namanya mengatakan pasukan Houthi memasuki Pulau Mayyun setelah pasukan pemerintah meninggalkan wilayah tersebut sehari sebelumnya.
"Perahu-perahu yang mengangkut petempur bersenjata Houthi tiba di Pulau Mayyun setelah pasukan pemerintah menarik diri dari sana kemarin," kata pejabat tersebut kepada AFP.
"Kelompok Houthi telah merampungkan pengambilalihan wilayah Bab Al Mandab dan Pulau Mayyun, yang terletak di tengah selat tersebut," lanjutnya.
Seorang saksi mata juga mengatakan kelompok bersenjata mulai menempatkan diri di sepanjang pesisir Bab Al Mandab. Mereka terlihat berkeliling menggunakan kendaraan militer.
Di tengah perkembangan tersebut, Arab Saudi disebut meminta bantuan Amerika Serikat untuk menghadapi Houthi. Reuters melaporkan, berdasarkan tiga sumber yang mengetahui masalah tersebut, pemerintah Saudi meminta bantuan militer kepada Presiden AS Donald Trump pada Kamis (10/9/2026).
Trump disebut melakukan setidaknya dua percakapan telepon dengan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman (MbS) pada hari yang sama. Namun, Trump tidak menyetujui usulan agar AS melancarkan serangan terhadap Houthi.
Washington disebut menawarkan bentuk bantuan lain kepada Riyadh berupa pertukaran informasi intelijen dan penentuan target serangan. Gedung Putih tidak memberikan tanggapan mengenai laporan percakapan Trump dengan MbS tersebut.
Meski demikian, seorang pejabat senior pemerintah AS yang berbicara secara anonim mengatakan Washington terus berkomunikasi dengan Arab Saudi dan pemerintah Yaman.
"Amerika Serikat fokus untuk melindungi kepentingan utama keamanan nasional kami, seperti menjamin kebebasan navigasi di Laut Merah, sembari memberdayakan mitra-mitra regional kami agar mengambil peran utama dalam menangani dan menyelesaikan tantangan keamanan kawasan," kata pejabat tersebut.
Kantor media pemerintah Arab Saudi juga belum memberikan tanggapan mengenai laporan percakapan maupun pembicaraan antara kedua pemimpin. Sementara itu, Komandan Komando Pusat AS (US Central Command/CENTCOM) Laksamana Brad Cooper dilaporkan melakukan perjalanan ke Arab Saudi pada Kamis untuk mengadakan pembicaraan.
(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]


















































