Jakarta, CNBC Indonesia - Kabar baik datang bagi para pengguna KRL lintas Tanah Abang-Rangkasbitung atau yang dikenal sebagai Green Line. Pemerintah berencana meningkatkan kapasitas angkut kereta dengan menambah rangkaian gerbong yang lebih besar. Langkah ini diharapkan bisa mengurai kepadatan penumpang yang selama ini menjadi keluhan utama di jalur tersebut.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan dirinya telah meminta jajarannya untuk segera melakukan peningkatan kapasitas armada. Upaya ini menjadi solusi jangka menengah sembari menunggu proyek transportasi massal lain yang masih membutuhkan waktu lebih panjang untuk terealisasi.
"Untuk Tanah Abang yang rumahnya ke daerah Rangkasbitung, saya sebenarnya sudah minta kepada Pak Dirjen (Perkeretaapian) supaya mengganti kereta yang lebih besar lagi, sehingga kapasitas angkutnya lebih banyak. Tapi memang salah satu syaratnya adalah kita memperbaiki jaringan elektrifikasinya." katanya dikutip Jumat (10/4/2026).
Peningkatan kapasitas ini tidak bisa dilakukan secara instan karena bergantung pada kesiapan infrastruktur pendukung. Salah satu faktor krusial adalah sistem elektrifikasi yang harus ditingkatkan agar mampu menopang operasional kereta dengan rangkaian lebih panjang. Tanpa itu, penambahan gerbong justru berisiko mengganggu keandalan layanan.
Dudy pun menekankan bahwa perbaikan elektrifikasi akan berdampak langsung pada frekuensi perjalanan kereta. Dengan sistem yang lebih andal, jarak antar kedatangan kereta atau headway bisa dipersingkat sehingga penumpukan penumpang dapat ditekan.
Foto: Penumpang KRL Green Line penuh sesak di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Kamis (26/3/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)
Penumpang KRL Green Line penuh sesak di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Kamis (26/3/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)
"Dan saya sangat berharap karena nunggu MRT mungkin agak sedikit lama gitu ya, nah dengan kita bisa memperbaiki jaringan elektrifikasi, kita bisa mengganti gerbongnya agak lebih besar, bisa dengan elektrifikasi, maka headway-nya bisa lebih singkat lagi. Jadi kapasitas angkutnya itu akan lebih banyak lagi," ujar Dudy.
Sementara itu, dari sisi teknis, perencanaan proyek sudah berjalan. Pemerintah tengah menyiapkan dokumen teknis yang menjadi dasar implementasi peningkatan kapasitas tersebut. Proses ini mencakup penyesuaian infrastruktur hingga kesiapan stasiun untuk menampung rangkaian lebih panjang.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Allan Tandiono menyebut dokumen perencanaan kini sudah dalam tahap akhir. Hal ini menjadi sinyal bahwa proyek peningkatan layanan KRL di lintas tersebut semakin mendekati tahap eksekusi. Pemerintah berharap seluruh proses bisa segera rampung agar manfaatnya cepat dirasakan masyarakat.
"Untuk dokumen perencanaan teknisnya elektrifikasi Tanah Abang-Rangkasbitung untuk mengakomodir yang tadi Bapak sampaikan untuk kereta dengan stasiun-stasiun yang lebih panjang Pak, itu dokumennya akan selesai, sudah selesai, sudah dimulai dan akan segera selesai," sebut Allan.
(fys/wur)
[Gambas:Video CNBC]


















































