Jakarta, CNBC Indonesia - Harga iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max meluncur lebih mahal sekitar US$100 (Rp1,7 jutaan) dibandingkan generasi sebelumnya. Dan sepertinya harga ini akan terus naik sampai tahun depan.
Melansir laman Phone Arena, Selasa (22/9/2026), harga iPhone berpotensi kembali naik pada 2027. Apple dilaporkan telah menyetujui kenaikan harga komponen memori dari Samsung untuk pasokan awal tahun depan, sehingga biaya produksi iPhone berpotensi ikut meningkat.
Apple menjadi produsen ponsel besar pertama yang menyepakati harga memori Samsung untuk 2027. Kabar tersebut muncul setelah akun rantai pasok Semiconductor Insider mengungkap penawaran harga Samsung pada 14 September 2026.
Untuk kuartal I 2027, Samsung disebut menawarkan harga LPDDR5X RAM hampir US$2 per gigabit dan NAND storage sekitar US$0,33 per gigabit. Angka tersebut naik dari sekitar US$1,50 dan US$0,26 pada kuartal III tahun ini.
Dua hari kemudian, laporan rantai pasok dari Taiwan menyebut kesepakatan tersebut telah tercapai dan Apple menjadi produsen ponsel besar pertama yang menetapkan harga memori untuk 2027.
Namun, angka kenaikan tersebut dinilai perlu dibaca dengan tepat. Pasalnya, harga memori dihitung berdasarkan gigabit, bukan gigabyte.
TrendForce menerbitkan harga kontrak DRAM dalam satuan dolar per gigabit. Dan karena satu gigabyte terdiri dari delapan gigabit, artinya harga US$2 per gigabit bukan berarti Apple membayar US$2 untuk setiap gigabyte RAM yang dipasang pada iPhone.
Dengan perhitungan berdasarkan laporan awal, RAM 12 GB pada iPhone Pro kelas bawah disebut bisa menelan biaya sekitar US$190, bukan US$24 seperti angka yang beredar.
LPDDR5X merupakan memori RAM berkecepatan tinggi dan hemat daya yang digunakan untuk menjalankan berbagai aplikasi dan proses pada ponsel. Sementara itu, NAND merupakan jenis memori penyimpanan yang menyimpan foto, video, aplikasi, dan data pengguna ketika perangkat dimatikan.
Keduanya kini menghadapi tekanan pasokan karena pusat data kecerdasan buatan (AI) menyerap kapasitas produksi chip memori dalam jumlah besar.
TrendForce sebelumnya mencatat harga kontrak DRAM untuk perangkat mobile melonjak 78%-83% hanya dalam satu kuartal pada tahun ini.
Kondisi tersebut juga menempatkan Samsung dalam posisi unik. Perusahaan asal Korea Selatan itu merupakan pemasok memori sekaligus produsen ponsel yang harus membayar komponen tersebut untuk perangkatnya sendiri.
Ujian berikutnya diperkirakan muncul pada musim semi ketika Apple disebut akan memperkenalkan iPhone 18 dan iPhone Air 2. Jika Apple meneruskan kenaikan biaya komponen kepada konsumen, model iPhone yang lebih murah berpotensi ikut mengalami kenaikan harga.
Kenaikan biaya komponen sebenarnya merupakan persoalan yang dihadapi hampir seluruh produsen ponsel. Namun, informasi mengenai perubahan harga tersebut sejauh ini lebih banyak muncul melalui kebocoran dari rantai pasok dibandingkan penjelasan langsung dari Apple.
(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]


















































