Gara-Gara Trump, Warga RI Jalan-Jalan ke Jepang - Thailand Lebih Murah

2 hours ago 2

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia

07 April 2026 19:40

Jakarta, CNBC Indonesia - Kurs menjadi salah satu hal yang kerap diperhatikan wisatawan sebelum bepergian ke luar negeri, termasuk oleh masyarakat Indonesia. Sebab, pergerakan nilai tukar sangat mempengaruhi besar kecilnya biaya yang harus dikeluarkan selama liburan, mulai dari makan, transportasi, hingga belanja.

Semakin lemah mata uang negara tujuan terhadap rupiah, maka semakin murah pula biaya yang harus dibayar wisatawan asal Indonesia. Kondisi ini membuat daya beli turis RI meningkat karena dengan jumlah rupiah yang sama, uang yang ditukar bisa menghasilkan lebih banyak mata uang lokal.

Seperti diketahui, Perang Iran vs Amerika Serikat (AS) dan Israel membuat mata uang sejumlah negara ambruk, termasuk won Korea hingga yen Jepang. 
Perang yang diinisiasi Presiden AS Donald Trump membuat investor khawatir dan memilih untuk menarik dana dari Emerging Markets dan membeli investasi berdenominasi dolar AS.

Pantauan CNBC Indonesia menunjukkan sejumlah mata uang negara tujuan wisata di Asia saat ini tercatat melemah terhadap rupiah. Mulai dari Korea Selatan, Jepang, Taiwan, hingga Thailand.

Korea Selatan Jadi yang Paling Menarik

Korea Selatan menjadi negara yang paling menarik dilihat dari pergerakan kurs. Dalam enam bulan terakhir, nilai tukar won Korea Selatan melemah terhadap rupiah dari sekitar Rp11,72 per won menjadi Rp11,28 per won pada penutupan perdagangan Senin (6/4/2026).

Artinya, won melemah sekitar 3,79% terhadap rupiah. Pelemahan ini membuat biaya yang harus disiapkan wisatawan asal Indonesia menjadi lebih ringan.

Dengan asumsi menukar Rp10 juta, enam bulan lalu dana tersebut setara sekitar 852.733 won. Kini, dengan nominal yang sama, wisatawan bisa memperoleh sekitar 886.289 won. Artinya, ada tambahan sekitar 33.556 won.

Selisih ini tentu cukup berarti, apalagi untuk wisatawan yang ingin mengalokasikan anggaran lebih besar untuk makan, belanja, atau membeli tiket masuk ke sejumlah destinasi wisata.

Dari sisi kota tujuan, Seoul masih menjadi tujuan utama berkat daya tarik seperti istana, tempat belanja, dan pusat hiburan. Sementara Busan cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana kota pesisir, pantai, dan destinasi budaya.

Harga makan di restoran sederhana secara rata-rata berada di kisaran 10.000 won. Dengan kurs saat ini, nilai itu setara sekitar Rp112.830.

Seoul menawarkan destinasi seperti Gyeongbokgung Palace, Bukchon Hanok Village, dan N Seoul Tower. Sementara Busan dikenal lewat Haeundae Beach, Gamcheon Culture Village, dan Haedong Yonggungsa.

Jepang

Selain Korea Selatan, Jepang juga layak dipertimbangkan sebagai destinasi liburan bagi warga Indonesia. Negara ini memang sudah lama menjadi salah satu tujuan wisata favorit turis RI. Selain karena jaraknya relatif tidak terlalu jauh, Jepang juga kerap dinilai lebih terjangkau dibanding banyak negara empat musim lainnya.

Seiring pelemahan yen terhadap dolar AS, mata uang Jepang itu juga tercatat melemah terhadap rupiah. Dalam enam bulan terakhir, kurs yen turun sekitar 2,93% terhadap rupiah, dari Rp109,99 per yen menjadi Rp106,77 per yen.

Kondisi ini membuat biaya penukaran uang menjadi sedikit lebih ringan bagi wisatawan asal Indonesia. Dengan asumsi membawa dana Rp10 juta, saat ini wisatawan bisa memperoleh tambahan sekitar 2.742 yen dibanding enam bulan lalu.

Tambahan tersebut bahkan cukup untuk membeli sekitar dua porsi ramen, dengan harga rata-rata sekitar 1.000 yen per porsi di Tokyo. Selain itu,  momennya juga terbilang cukup pas bagi wisatawan yang ingin pergi ke Jepang untuk mengejar musim bunga sakura. 

Taiwan Juga Makin Ramah untuk Kantong Turis RI

Selain Korea Selatan dan Jepang, Taiwan juga menunjukkan tren serupa. Negara yang cukup populer sebagai tujuan wisata, termasuk bagi masyarakat Indonesia ini, mata uangnya tercatat tengah melemah terhadap rupiah.

Dalam enam bulan terakhir, dolar Taiwan turun terhadap rupiah dari sekitar Rp542,25 per dolar Taiwan menjadi Rp532,69 per dolar Taiwan. Artinya, mata uang ini melemah sekitar 1,76% terhadap rupiah.

Perubahannya memang tidak sebesar Korea Selatan maupun Jepang. Meski begitu, kondisi ini tetap memberi keuntungan bagi yang ingin berlibur kesana.

Dengan asumsi menukar Rp10 juta, enam bulan lalu dana tersebut setara sekitar 18.442 dolar Taiwan. Kini, dengan nominal yang sama, wisatawan bisa memperoleh sekitar 18.773 dolar Taiwan.

Dengan kata lain, ada tambahan sekitar 331 dolar Taiwan. Tambahan ini memang tidak terlalu besar, tetapi tetap memberikan keuntungan bagi turis RI.

Baht Thailand Melemah Sejak Awal Tahun

Sementara itu, untuk Thailand, penurunan terlihat secara year to date (ytd).

Sejak awal tahun, baht Thailand juga tercatat melemah sekitar 0,73% terhadap rupiah. Dari kurs awalnya sekitar Rp526,36 per baht, lalu turun menjadi Rp522,5 pada penutupan perdagangan kemarin Senin.

Ada tambahan sekitar 140 baht bila menukarkan Rp10 juta pada saat ini dibandingkan di awal tahun. Memang tidak sebesar Korea Selatan atau Jepang, tetapi tetap menunjukkan bahwa biaya penukaran uang ke Thailand kini sedikit lebih ringan dibanding awal tahun.

Thailand selama ini memang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata luar negeri yang relatif dekat dan akrab bagi turis Indonesia. Bangkok menjadi tujuan utama untuk wisata kuliner dan belanja.

Sementara Chiang Mai lebih diminati wisatawan yang mencari suasana budaya, alam, dan perjalanan yang lebih santai.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(evw/evw)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |