Gandeng Sari Roti, Kemensos Berdayakan 417 KPM Jadi Penjual Roti Keliling

9 hours ago 4

Jakarta -

Kementerian Sosial (Kemensos) bekerja sama dengan PT Sari Roti meluncurkan program pemberdayaan untuk ratusan penerima bansos PKH di wilayah DIY dan Jawa Tengah. Sebagai awalan, sebanyak 417 keluarga penerima manfaat (KPM) diberdayakan sebagai penjual roti.

Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono secara simbolis melakukan peluncuran program dengan melepas sebanyak 100 KPM Program Keluarga Harapan (PKH) sebagai penjual roti keliling menggunakan sepeda di halaman Grha Bung Karno, Klaten, Jawa Tengah, Selasa (30/6).

"Dengan mengucapkan doa yang setinggi-tingginya, mudah-mudahan usaha kita semua berjualan roti, Sari Roti diberikan rezeki yang melimpah oleh Gusti Allah. Bismillahirrahmanirrahim. Dengan ini saya lepaskan niat baik masyarakat Klaten untuk memberdayakan hidupnya," kata Agus Jabo dalam keterangannya, Selasa (30/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agus Jabo menegaskan bahwa program bantuan ini merupakan awal untuk menyeberangi jembatan emas menuju kehidupan yang lebih sejahtera dan mandiri. Tujuannya agar masyarakat bisa hidup lebih bahagia, keluar dari jurang kemiskinan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

"Ini awal kita menyeberangi jembatan emas. Yang kemarin belum mandiri, mudah-mudahan setelah (kolaborasi) dengan Sari Roti dengan Kamensos ini bisa mandiri, hidup bapak-ibu bisa sejahtera, iso gemuyu, kata Pak Presiden Prabowo Subianto," katanya.

Selain itu, Agus Jabo berpesan kepada para KPM agar terus bersemangat menjalankan pekerjaan ini hingga membuahkan hasil. Tak lupa dia juga mengingatkan para pendamping PKH untuk senantiasa melakukan pendampingan.

"Yang penting usaha, semangat. Yang namanya usaha itu tantangannya macam-macam, tidak boleh menyerah. Tidak boleh menyerah. Kalau ada masalah, nanti konsultasi dengan pendamping," katanya, menyemangati.

Di tempat yang sama, Regional Manager PT Sari Roti, Andi Bramantya Saputra menjelaskan, acara peluncuran ini merupakan tahap awal kerja sama yang berfokus pada pemberdayaan KPM PKH. Hal ini sejalan dengan visi perusahaan untuk memberdayakan masyarakat kurang mampu.

"Untuk teknisnya kita akan mencari dan bekerjasama dengan pendamping (PKH) itu untuk KPM yang secara prioritasnya kita bisa bantu untuk berdaya," ujar Andi.

Pada tahap awal, total sebanyak 417 KPM menerima bantuan program pemberdayaan. Jumlah tersebut mencakup wilayah DIY dan Jawa Tengah.

Andi mengungkapkan, nantinya para KPM akan menerima pinjaman aset maupun fasilitas untuk menunjang proses penjualan roti keliling. Pihaknya juga bakal melakukan pendampingan dan training kepada KPM sebelum terjun ke lapangan.

"Untuk yang tidak mempunyai kendaraan bermotor, nanti kita sudah sediakan sepeda. Yang sudah punya sepeda motor, nanti kita ada box motor juga. Nanti setelah itu ada pendampingan, ada training. Baru nanti kita jualan di lapangan dan didamping oleh tim kita," jelas Andi.

"Ini prosesnya, ini selamanya akan kita pinjamkan. Jadi nanti ada proses ketika aset itu rusak, nanti akan diganti dengan yang baru," sambungnya.

Andi menambahkan, nantinya juga ada tahap filterisasi. Ia menjelaskan, seluruh KPM yang terlibat bakal disaring sesuai kemampuan masing-masing. Mereka tidak hanya diberdayakan sebagai howker atau penjual roti keliling saja, tetapi KPM yang memiliki latar belakang tertentu mendapatkan pemberdayaan untuk menjadi karyawan pabrik hingga pelatihan UMKM.

"Misalkan ada KPM yang memang pendidikannya mumpuni, itu nanti kita akan rekrut untuk menjadi salesman eksekutif di distributor. Kemudian, nanti ada ibu-ibu yang misalkan memang tidak bisa bergerak luas, itu nanti ada UMKM roti olahan Sari Roti. Jadi semua itu akan berdaya," ungkapnya.

Lebih lanjut, Andi menjelaskan, selama 3 bulan pertama, pihaknya menggunakan sistem komisi bagi hasil. Setelah itu, akan berubah pada skema penggajian. Hingga kini, sistem penggajian tersebut masih dalam proses diskusi antara Kemensos dan PT Sari Roti.

"Jadi untuk penunjang mereka, supaya mereka juga berdaya, kita sistem komisi. Nanti setelah itu kita akan ada sistem penggajian. Komisi apa yang mereka jual, nanti akan ada komisi harian dan ada komisi bulanan. Itu di tiga bulan pertama. Setelah itu nanti proses penggajian," jelasnya.

Sebagai informasi, acara ini turut dihadiri oleh Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Kepala Dinas Sosial Jawa Tengah Imam Maskur, serta perwakilan dari PT Sari Roti, terdiri dari Regional Manager Andi Bramantya Saputra, dan Channel Development MBS Ulfa Utami.

Lihat juga Video: Kakek Penjual Roti Didorong di CFD Medan, Satpol PP: Dia Ngeyel

(prf/ega)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |