Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten Grup Perhotelan The Jayakarta Hotels & Resort PT Pudjiadi And Sons Tbk. (PNSE) menyampaikan bahwa pihaknya menutup sementara operasional Hotel Jayakarta Suites Komodo Flores pasca gempa bumi Magnitudo M 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Demi menjamin keselamatan fisik seluruh pelanggan dan karyawan, terhitung mulai hari Sabtu, 15 Agustus 2026 sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut, operasional hotel ditutup," sebagaimana dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Selasa, (18/8/2026).
Perusahaan menegaskan bahwa penutupan fisik hotel ini tidak menghentikan aktivitas bisnis inti operasional. Seluruh unit hotel milik Perseroan, baik langsung maupun melalui Anak Perusahaan tetap beroperasi.
"Kejadian ini tidak memiliki dampak material yang merugikan terhadap kondisi keuangan, kelangsungan usaha, atau posisi hukum Perusahaan secara jangka panjang. Seluruh kewajiban pelaporan dan layanan kepada investor/publik tetap dipertahankan melalui sistem elektronik," ungkap perseroan.
Usai kejadian ini, seluruh Tamu / Pelanggan telah dipindahkan ke Hotel yang tidak terdampak, jadwal kerja karyawan di arahkan ke pengamanan area hotel membantu pihak Security Hotel, dan tidak diperkenankan mendekati area hotel, kecuali pihak berwenang.
Sebagaimana diketahui, bencana alam gempa bumi berkekuatan dengan Magnitudo M 7,7 mengguncang wilayah Nagakeo, Nusa Tenggara Timur. Gempa ini masuk dalam level Itensitas IX (hebat).
Seiring pemberitaan ini, saham PNSE turun 1,20% ke level Rp492 per penutupan perdagangan sesi I hari ini. Adapun kapitalisasi pasarnya mencapai Rp392,52 miliar.
(fsd/fsd)
[Gambas:Video CNBC]

















































