Jakarta, CNBC Indonesia - PT Gorontalo Sejahtera Mining (GSM), anak perusahaan dari PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), melaksanakan serah terima hasil penanaman rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) tahap kedua pada 15 Januari 2026 kepada Kementerian Kehutanan.
Acara penandatanganan serah terima dilakukan oleh Cahyono Seto, selaku Direktur PT Gorontalo Sejahtera Mining, bersama Sri Handayaningsih selaku Direktur Teknik Konservasi Tanah dan Reklamasi Hutan Kementerian Kehutanan.
Pada serah terima tahap kedua ini, luas area rehabilitasi yang diserahterimakan mencapai 589,37 hektare berlokasi di Desa Sukadamai, Wonggasari Tenggal Kab. Pohuwato Provinsi Gorontalo. Capaian tersebut merupakan bagian dari pemenuhan kewajiban Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) dengan rasio 1:1.
Dalam hal ini, GSM mempunyai kewajiban untuk memulihkan, mempertahankan dan meningkatkan fungsi Daerah Aliran Sungai (DAS) seluas 999,90 hektare. Tingkat keberhasilan penanaman tercatat 83,09 persen, melampaui standar keberhasilan Kementerian Kehutanan sebesar 75 persen, sebagai wujud komitmen perusahaan terhadap pemulihan lingkungan dan keberlanjutan ekosistem.
Foto: PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) melakukan serah terima hasil rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) tahap kedua kepada Kementerian Kehutanan. (Dok. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS))
PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) melakukan serah terima hasil rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) tahap kedua kepada Kementerian Kehutanan. (Dok. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS))
Rehabilitasi DAS ini memiliki dampak strategis dalam menjaga fungsi hidrologis kawasan, khususnya dalam menstabilkan aliran sungai, meningkatkan daya serap air, serta mengurangi potensi limpasan permukaan yang dapat memicu banjir di wilayah hilir.
Melalui penanaman kembali vegetasi yang tepat, rehabilitasi DAS berperan penting dalam mengendalikan erosi dan sedimentasi sungai, sekaligus mendukung ketahanan lingkungan jangka panjang bagi masyarakat sekitar.
Selain itu, tanaman MPTS (Multi Purpose Tree Species) seperti durian, jambu mete, cengkeh dan rambutan yang ditanam pada lahan rehabilitasi, dapat bermanfaat sebagai komoditas sumber pangan bagi Masyarakat bahkan spesies fauna di sekitarnya.
Direktur GSM Cahyono Seto menyampaikan kegiatan ini merupakan bentuk kepatuhan perusahaan terhadap tanggung jawab regulasi yang sejalan dengan prinsip perusahaan. Menurut dia, PT GSM terus berkomitmen mematuhi seluruh regulasi yang berlaku dan memiliki implikasi positif bagi lingkungan.
"Selain memenuhi kewajiban, upaya rehabilitasi DAS ini juga kami arahkan untuk memberikan manfaat nyata terhadap pengelolaan aliran sungai dan pencegahan risiko banjir, sehingga mendukung keberlanjutan ekosistem dan masyarakat sekitar," ujar Seto, dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (23/1/2026).
Sebelumnya, pada tahap pertama, GSM telah melakukan serah terima seluas 500 hektare pada November 2022, sehingga total luas rehabilitasi DAS yang telah diserahterimakan pada tahap pertama dan kedua mencapai 1.089,37 hektare.
Dalam kegiatan operasionalnya, PT GSM akan terus berkomitmen pada pemulihan ekosistem lingkungan yang berkelanjutan, termasuk penguatan fungsi DAS sebagai pengendali aliran dan mitigasi bencana sehingga dapat memberikan dampak positif bagi keseluruhan ekosistem dan masyarakat sekitar.
(wia)
[Gambas:Video CNBC]


















































