Ekonomi Inggris Tumbuh 0,6% di Kuartal I-2026

5 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Ekonomi Inggris menunjukkan kinerja yang kuat sesuai dengan perkiraan para ekonom. Tercatat, ekonomi Inggris tumbuh 0,6% pada Kuartal I-2026, menurut Kantor Statistik Nasional (ONS).

Pertumbuhan ini sesuai dengan perkiraan yang disurvei oleh Reuters untuk periode Januari - Maret 2026.

"Pertumbuhan meningkat pada kuartal pertama tahun ini, dipimpin oleh peningkatan yang luas di seluruh sektor jasa," komentar Liz McKeown, Direktur Statistik Ekonomi di ONS, dikutip dari CNBC International, Kamis (14/5/2026).

Produksi juga sedikit meningkat, tambahnya, dan meskipun konstruksi kembali tumbuh, hal itu hanya sebagian membalikkan kelemahan di akhir tahun lalu.

ONS juga menjelaskan bahwa terhadap data kuartal pertama memang diprediksi positif setelah revisi ekspansi 0,4% pada Februari lalu. Adapun perang Iran juga diperkirakan masih membebani data makroekonomi ke depannya.

Konflik antara Iran dan AS sejak itu telah memberikan tekanan berat pada rantai pasokan energi global karena penutupan efektif jalur maritim Selat Hormuz, yang dilalui sekitar 20% minyak dan gas dunia sebelum perang.

Inggris merupakan importir energi bersih, dan telah melihat kenaikan harga konsumen selama perang. Sebagian besar disebabkan melonjaknya biaya bahan bakar.

Bank of England, yang mengatakan bahwa tingkat keparahan dampak terhadap ekonomi Inggris akan bergantung pada berapa lama perang berlangsung, diperkirakan akan menaikkan suku bunga akhir tahun ini.

Ekonom di National Institute of Economic and Social Research, Fergus Jimenez - England mengatakan bahwa meskipun data PDB kuartal pertama mencerminkan hasil yang relatif kuat, namun itu sebagian besar itu mencerminkan dari berita lama.

"Meskipun pertumbuhan bertahan pada bulan Maret, ada tanda-tanda kelemahan mendasar setelah konflik di Timur Tengah. Kepercayaan bisnis telah terpukul, inflasi harga input telah meningkat, dan lowongan pekerjaan menurun," catatnya dalam analisis melalui email.

"Pada saat yang sama, kejutan positif hari ini bersamaan dengan ketahanan dalam data pengeluaran dan PMI menunjukkan bahwa ekonomi Inggris berada dalam periode penyesuaian daripada penurunan yang nyata," tambahnya.

Menambah kondisi ketidakpastian ekonomi di Inggris, Perdana Menteri Keir Starmer menghadapi seruan untuk mundur dalam seminggu terakhir, menyusul kinerja buruk Partai Buruh yang berkuasa.

Meskipun Starmer telah berjanji untuk tetap menjabat untuk saat ini, ia tetap rentan terhadap tantangan kepemimpinan dengan lebih dari 90 anggota parlemen Partai Buruh yang menginginkannya mengundurkan diri.

Pasar obligasi tidak bereaksi positif terhadap kemungkinan perubahan kepemimpinan yang lebih condong ke kiri dan melonggarkan anggaran.

Mengomentari data pertumbuhan terbaru, Menteri Keuangan Inggris Rachel Reeves mengatakan data tersebut menunjukkan bahwa pemerintah memiliki rencana ekonomi yang tepat.

"Sekarang bukan waktunya untuk mempertaruhkan stabilitas ekonomi kita. Melakukan hal itu akan membuat keluarga dan bisnis berada dalam kondisi yang lebih buruk. Sebaliknya, Pemerintah ini sedang berupaya membangun ekonomi yang lebih kuat, lebih tangguh, dan siap untuk masa depan," katanya dalam komentar melalui email.

(wia)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |