Dunia Dibuat Cemas Hari Ini, Pemerintah Akan Beri Pengumuman Penting?

4 hours ago 4
  • Pasar keuangan Indonesia kembali berada di zona merah, saham dan rupiah melemah
  • Wall Street menguat menjelang berakhirnya ultimatum Trump
  • Perkembangan perang dan data ekonomi dalam negeri akan menjadi penggerak pasar hari ini

Jakarta, CNBC Indonesia- Pasar keuangan dalam negeri kompak berada di zona merah pada penutupan perdagangan hari kemarin.

Pasar keuangan Indonesia diharapkan bisa bangkit pada hari ini. Selengkapnya mengenai proyeksi pasar hari ini bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Selasa (7/4) di zona merah, dengan penurunan 0,26% atau 18,40 poin ke level 6.971,03.

Total transaksi di pasar saham mencapai Rp13,49 triliun, sekitar 57% dari rata-rata transaksi harian pada pekan lalu. Sementara volume saham yang diperdagangkan di seluruh pasar mencapai 27,16 miliar lembar.

Sebagian besar sektor melemah dan hanya ada tiga sektor yang bergerak menguat hingga penutupan perdagangan. Ketiganya adalah sektor infrastruktur yang menguat 0,76%, keuangan 0,64%, dan energi 0,20%.

Beralih ke pasar valas, nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (7/4/2026).

Melansir data Refinitiv, rupiah ditutup di zona merah dengan depresiasi 0,35% ke level Rp17.090/US$. Posisi ini kembali mencetak rekor sebagai level penutupan terlemah sepanjang masa bagi mata uang Garuda.

Sejak awal perdagangan, tekanan terhadap rupiah sebenarnya sudah terlihat. Rupiah dibuka melemah tipis 0,06% di level Rp17.040/US$, lalu terus tertekan hingga sempat menyentuh Rp17.105/US$ sebelum akhirnya sedikit membaik pada penutupan.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 15.00 WIB terpantau menguat 0,06% ke posisi 100,039.

Pergerakan rupiah sepanjang perdagangan dipengaruhi oleh sentimen eksternal dan domestik. Dari eksternal, dolar AS masih cenderung stabil di tengah sikap hati-hati pelaku pasar yang terus mencermati eskalasi konflik Iran.

Dari dalam negeri, sentimen datang dari perkembangan fiskal setelah pemerintah mengungkapkan rencana menaikkan target defisit APBN tahun ini.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan target defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan dinaikkan dari semula 2,68% menjadi 2,9%.

Dari pasar obligasi, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) stagnan di 6,62%. Level ini sudah bertahan hingga tiga hari.

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |