Jakarta, CNBC Indonesia - Serangan drone Ukraina dilaporkan telah menghantam sebuah gedung pemukiman di pusat kota Ekaterinburg, Rusia, yang terletak sekitar 1.700 kilometer jauh di dalam wilayah Rusia pada Sabtu, (25/04/2026) pagi waktu setempat. Insiden ini mengakibatkan sembilan orang mengalami luka-luka dan memicu evakuasi besar-besaran bagi penduduk setempat.
Gubernur wilayah setempat, Denis Pasler, mengonfirmasi bahwa serangan pesawat tak berawak tersebut menyasar fasilitas sipil dan memaksa sedikitnya lima puluh warga untuk segera meninggalkan tempat tinggal mereka demi alasan keamanan. Mengutip Russia Today, Moskow terus menyoroti tindakan Kyiv yang disebut sengaja menyerang warga sipil karena kegagalan mereka membendung kemajuan militer Rusia di medan perang.
Pasler menjelaskan bahwa salah satu korban wanita harus dilarikan ke rumah sakit akibat serangan tersebut. Namun, ia memastikan bahwa sebagian besar korban yang mencari bantuan medis tidak berada dalam kondisi yang mengancam nyawa.
"Tidak ada satu pun dari mereka yang mencari bantuan medis berada dalam kondisi serius. Sebagian besar didiagnosis mengalami penghirupan asap ringan dan mereka terus menerima perawatan," ujar Pasler dalam keterangannya.
Gubernur juga mencatat bahwa layanan darurat telah dikerahkan dan bekerja di lokasi kejadian. Menyikapi ancaman ini, otoritas setempat segera memberlakukan status darurat dan mengaktifkan sistem pertahanan udara di seluruh wilayah untuk mengantisipasi serangan susulan.
"Rencana darurat 'Karpet' telah diperkenalkan di wilayah tersebut dan sistem pertahanan udara telah beroperasi," tegas Pasler saat menjelaskan langkah pengamanan yang diambil.
Dampak dari serangan drone ini juga merembet ke sektor transportasi udara, di mana otoritas penerbangan Rusia melaporkan adanya pembatasan sementara untuk jadwal kedatangan dan keberangkatan di Bandara Koltsovo, kota Ekaterinburg. Pasler mengimbau warga agar tetap tenang dan waspada, serta melarang keras penyebaran dokumentasi visual terkait serangan tersebut.
"Tetap tenang dan waspada. Saya menyarankan warga untuk tidak keluar rumah, dan mengingatkan publik bahwa mempublikasikan foto atau video drone beserta dampaknya adalah hal yang dilarang," tulis Pasler dalam instruksinya kepada masyarakat.
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa pihaknya telah mencegat sebanyak 127 drone Ukraina dalam semalam di berbagai wilayah. Pesawat yang dikendalikan dari jarak jauh tersebut dijatuhkan di atas Krimea, Tatarstan, Belgorod, hingga wilayah Sverdlovsk dan Chelyabinsk serta di atas Laut Hitam.
Pihak Kremlin pun mengecam keras tindakan tersebut dan menyebut Kyiv telah menggunakan taktik teror yang merugikan pihak ketiga. Dalam pernyataan penutup, Rusia menyebut bahwa situasi ini semakin rumit seiring dengan mandeknya jalur komunikasi diplomatik.
"Pembicaraan dengan Ukraina yang dimediasi oleh AS telah ditunda karena adanya perang di Timur Tengah," ungkap pihak Kremlin terkait status negosiasi kedua negara saat ini.
(tps/tps)
Addsource on Google


















































