DLH DKI Imbau Warga Kurangi Kegiatan Luar Ruangan Imbas Abu Anak Krakatau

3 hours ago 1

Jakarta -

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengimbau warga mengurangi paparan abu Gunung Anak Krakatau yang mencapai wilayah Jakarta. Masyarakat diminta mengurangi kegiatan di luar ruangan.

"Kami memahami kekhawatiran warga. Langkah terpenting saat ini adalah mengurangi paparan dan melindungi keluarga, terutama anak-anak, lansia, dan anggota keluarga yang memiliki gangguan pernapasan," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi, kepada wartawan, Minggu (6/9/2026).

Pengelola sekolah, penyelenggara kegiatan, dan pemberi kerja diimbau menyesuaikan aktivitas luar ruang dengan kondisi setempat. Warga yang terdampak hujan abu tapi harus tetap beraktivitas luar ruangan diminta menggunakan masker N95 atau setara yang terpasang rapat menutupi hidung dan mulut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami memahami ada warga yang tetap harus bekerja di luar. Karena itu, pemberi kerja perlu menyediakan perlindungan yang sesuai dan menyesuaikan pekerjaan ketika paparan meningkat. Untuk petugas kebersihan, saya meminta ketersediaan masker, pelindung mata, serta pengaturan kerja yang aman menjadi perhatian jajaran," sebutnya.

Berdasarkan informasi BMKG per 6 September 2026 pukul 05.00 WIB, sebaran abu vulkanik sendiri mencakup sebagian Jakarta. Saat hujan abu berlangsung, warga diimbau berlindung di dalam bangunan serta tutup pintu dan jendela untuk mengurangi masuknya abu.

"Saya meminta hasil pemantauan disampaikan secara terbuka dan mudah dipahami. Setiap perubahan kondisi harus segera diikuti pembaruan informasi agar warga tahu langkah yang perlu dilakukan. Perlindungan petugas kebersihan di lapangan juga harus dipastikan," ujarnya.

Jika terdapat endapan abu di rumah masyarakat, dianjurkan dibersihkan menggunakan lap atau pel lembab. Jangan disapu karena bisa membuat abu kembali berterbangan.

Warga yang alami keluhan pernapasan bisa memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Untuk warga Jakarta bisa menghubungi 112 untuk layanan medis.

Lihat Video 'Sebaran Abu Krakatau Terdeteksi di Jakarta, Jabar, hingga Bengkulu':

(ial/dwr)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |