Dipatuk Ular Weling, Bocah Tasikmalaya Habiskan 50 Vial Antibisa

3 hours ago 10

Jakarta -

DK (12), seorang anak asal Kampung Borolong, Desa Cilampung hilir, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, dipatuk ular. Ia dipatuk saat tidur bersama ibunya.

Kala itu korban tidur di lantai hanya beralaskan tikar. Kemudian, korban menyadari kemunculan ular yang sempat disangkanya mainan. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (29/3/2026).

"Tidurnya di rumah bersama saya, tidur di ruangan tengah, tidak di ranjang. Kemudian, dia bilang, 'Mah, ada ular'. Dipegang karena dikiranya mainan," ujar ibu kandung korban, Siti Hindun, di ruang ICU RSUD KHZ Musthafa, dilansir detikJabar, Selasa (7/4).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anak pasangan Andis Kuswara dan Siti Hindun itu dipatuk ular weling di bagian tangan kanannya. Sang anak tak mengeluhkan sakit, walau demikian kedua orang tua DK membawanya ke tabib kampung sebelum disarankan ke rumah sakit.

Pihak Rumah Sakit RSUD KHZ Mustahafa memastikan menangani pasien dengan cepat dan tepat. Pasien tercatat sudah 10 hari di ruang ICU RSUD KHZ Musthafa hingga Selasa (7/4).

Tim dokter spesialis langsung menangani termasuk dokter spesialis toksinologi dari Jawa Barat. Pasien mengalami gagal napas hingga terpaksa dipasang ventilator. Kasus ini disebut tergolong langka karena bisa menghabiskan 50 vial antivenom.

"Kami rumah sakit terus berupaya selamatkan pasien. Kami bolak balik juga ke Bandung untuk antivenomnya. Malahan karena ini kasusnya terbilang jarang dari ahli toksin juga datang. Ini pasien sudah habiskan 50 vial anti venom," kata Direktur RUSD KHZ Musthafa, dr Eli Hendalia.

Baca berita selengkapnya di sini.

(rdp/dhn)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |