Polisi menangkap tiga orang pelajar yang melakukan penyiraman air keras kepada pelajar lainnya yang melintas di Jalan Cempaka Raya, Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat. Aksi penyiraman dilakukan secara random lantaran pelaku mengaku takut diserang duluan.
Detik-detik momen penyiraman air keras itu viral di media sosial seperti dilihat, Senin (9/2/2026). Mulanya, tampak tiga pelajar berseragam sekolah berboncengan di sepeda motor. Mereka sempat berhenti di pinggir jalan hingga melanjutkan perjalanannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka lalu berpapasan dengan siswa-siswa lain yang juga sedang melakukan bonceng tiga dari arah berlawanan. Mereka tampak menyerempet ke arah motor korban dan menyiramkan cairan dari sebuah botol kemasan.
Cairan yang disiramkan mengenai pelajar yang melaju dari arah berlawanan. Sementara ketiga pelajar pelaku penyiraman terus melaju meninggalkan lokasi kejadian.
"Intinya bertiga orang ini bonceng motor, terus kemudian berpapasan sama tiga orang lain, remaja juga. Terus disiram," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra.
Polisi mengungkap kelompok pelaku dan korban, tidak saling kenal. Pelaku memilih korban secara random.
"Nggak (saling kenal). Jadi keterangannya itu hanya random aja," ujarnya.
Roby menjelaskan mereka melakukan penyiraman lantaran takut diserang duluan. Meski demikian, pihak kepolisian masih mendalami hal tersebut.
"Mereka itu ngelihat anak-anak sekolah lain di seberang jalan, langsung kalau alasannya sih. Kebiasaannya kalau begitu takutnya mereka yang diserang, mereka menyerang duluan. Intinya sih mereka berperilaku agresif duluan. Korbannya random," jelasnya.
Polisi menyebut salah satu korban mengalami cedera pada bagian mata dan sempat mendapat penanganan medis. Ia menyebut salah satu korban sudah berada di rumah.
Saat ini, tiga orang terduga pelaku sudah diamankan. Dua orang di antaranya masih berstatus di bawah umur. Pihak kepolisian hingga kini masih melakukan pemeriksaan.
(wnv/isa)


















































