Susi Setiawati, CNBC Indonesia
16 January 2026 11:05
Jakarta, CNBC Indonesia - Gurita bisnis para konglomerat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dihantam gelombang aksi jual masif sepanjang pekan ini, menyeret sepuluh emiten besar ke zona merah dengan koreksi hingga puluhan persen.
Dalam seminggu, badai depresiasi ini dipimpin oleh PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM) yang mencatatkan rapor paling merah dengan terjun bebas sebesar -23,92%. Tekanan jual tidak berhenti di situ, PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) milik Grup MNC menyusul di posisi kedua dengan koreksi -19,08%.
Bahkan emiten ritel perlengkapan bayi yang baru melantai, PT Multitrend Indo Tbk (BABY) dari grup MAP Grup atau keluarga Tanoko, terkikis -16,22%. PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) yang terafiliasi dengan Pandu Sjahrir dan PT Net Visi Media Tbk (NETV) besutan Manoj Punjabi masing-masing terperosok -14,14% dan -13,20%.
Tak ketinggalan, emiten yang dikaitkan dengan Happy Hapsoro seperti PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) dan PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) milik grup Arsari juga harus parkir di zona "boncos" dengan penurunan dua digit.
Penurunan ini ditutup oleh barisan emiten lainnya seperti PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) terpangkas -11,39%, disusul emiten tambang batu bara milik Bakrie dan Salim PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar -8,89%, dan terakhir emiten kesehatan milik Prajogo Pangestu, PT Chandra Daya Investasi Tbk(CDIA) yang melemah -7,85%.
Para pelaku pasar kini bersikap wait and see, menanti apakah koreksi dalam pada saham-saham "konglo" ini merupakan titik jenuh jual atau justru awal dari tren penurunan yang lebih panjang.
Sanggahan : Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(saw/saw)


















































