Catat! Wajib Punya Duit Segini Baru Dibilang Kaya di 2026

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Standar kekayaan individu secara global terus bergeser. Memasuki 2026, predikat orang kaya atau kelas atas (upper class) tidak lagi hanya soal gaji besar, tetapi soal seberapa kuat kondisi keuangan seseorang menghadapi risiko dan ketidakpastian ekonomi.

Menurut Kevin Marshall, CPA dan pakar keuangan pribadi di Amortization Calculator, batas kekayaan bersih untuk masuk kategori upper class di Amerika Serikat pada 2026 diperkirakan berada di kisaran US$2 juta hingga US$5 juta. Jika dikonversi ke rupiah dengan kurs Rp15.700 per dolar AS, angka tersebut setara dengan Rp31,4 miliar hingga Rp78,5 miliar.

"Perbedaan antara kelas menengah dan kelas atas bukan cuma soal jumlah uang, tapi juga perilaku finansial," ujar Marshall dikutip dari Go Banking Rates, Jumat (16/1/2026).

Marshall menekankan, yang membedakan orang yang mencapai kelas atas dan yang mampu bertahan di dalamnya adalah kebiasaan keuangan yang konsisten. Investasi menjadi fondasi utama, bukan investasi spekulatif jangka pendek, melainkan strategi jangka panjang yang terdiversifikasi dan menghasilkan pendapatan pasif.

Aset yang dimaksud antara lain reksa dana indeks, properti, kepemilikan bisnis, dan instrumen lain yang nilainya terus berkembang seiring waktu.

Keluarga kelas atas, kata Marshall, tidak hanya memiliki dana darurat, tetapi juga dana peluang. Artinya, mereka siap bergerak cepat ketika muncul kesempatan investasi atau ketika terjadi kondisi tak terduga.

Ia mencontohkan seseorang dengan gaji enam digit dolar yang hidup pas-pasan sehingga satu pengeluaran mendadak saja sudah mengganggu kestabilan keuangannya. Sebaliknya, ada klien lain yang berpenghasilan lebih rendah tetapi menabung secara disiplin dan membangun ruang finansial yang longgar, sehingga lebih cepat mencapai status kelas atas karena menciptakan stabilitas sebelum skala kekayaan.

Kaya Itu Soal Ketahanan, Bukan Kecepatan

CEO REAP Financial, Chris Heerlein, menambahkan, tanda seseorang memasuki kelas atas terlihat ketika keuangannya tidak lagi bergerak berdasarkan tekanan dan kepanikan. Menurutnya, kekuatan utama kelas atas terletak pada prediktabilitas.

Mereka mengetahui bagaimana kondisi pendapatan mereka dalam 10 tahun ke depan, memahami biaya tetap tanpa perlu menebak, serta mampu menyerap berbagai kondisi darurat tanpa mengguncang gaya hidup maupun rencana jangka panjang.

"Status kelas atas berarti Anda bisa menghadapi gejolak ekonomi tanpa harus mengubah gaya hidup atau mengorbankan masa depan," ujarnya.

(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |