BUMDes Bangun Platform Digital, UMKM Desa Melek Digital & Perluas Pasar

3 hours ago 4

Jakarta -

Transformasi digital tak lagi hanya milik kota besar. Di sejumlah desa, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) mulai mengambil peran strategis dengan membangun platform digital yang menaungi ratusan pelaku UMKM lokal.

Lewat inisiatif ini, produk-produk warga, mulai dari kerajinan tangan, hasil pertanian, hingga olahan makanan rumahan, bisa dipasarkan lebih luas tanpa batas wilayah.

BUMDes memanfaatkan meningkatnya jumlah pengguna internet di Indonesia untuk membuka akses pasar dan permodalan bagi warganya. Dengan dukungan platform digital, pelaku UMKM desa kini bisa mengelola katalog produk, menerima pesanan daring, hingga memanfaatkan sistem pembayaran non-tunai yang lebih praktis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, BUMDes tak hanya berfungsi sebagai pengelola aset desa, tetapi juga sebagai agregator bisnis digital yang memperkuat posisi tawar UMKM di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.

Melalui platform yang dikelola bersama, warga desa yang sebelumnya kesulitan menjangkau pembeli kini bisa menembus pasar regional bahkan nasional. Akses terhadap informasi, pelatihan literasi digital, dan peluang kolaborasi pun terbuka lebih lebar. Dampaknya, roda ekonomi desa bergerak lebih cepat dan kesejahteraan warga ikut terdongkrak.

Inisiatif seperti ini sejalan dengan semangat 'Apresiasi Konektivitas Digital' yang digagas detikcom. Ajang ini menyoroti berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, komunitas, hingga lembaga desa yang berperan dalam memperluas akses teknologi dan informasi di Indonesia, termasuk di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

Kategori BUMDes Inovatif dalam Bisnis Digital menjadi salah satu dari 13 nominasi yang dapat diusulkan publik. Melalui kategori ini, kisah BUMDes yang berhasil membangun ekosistem digital bagi UMKM desa dapat dikenal lebih luas dan menjadi inspirasi bagi daerah lain.

Selain itu, ajang ini juga menghadirkan beragam kategori lain seperti Provinsi Pendorong Ekonomi Digital, Kabupaten Pelopor UMKM Digital, hingga Komunitas Pendorong Internet untuk Rakyat. Seluruhnya dirancang untuk mengapresiasi kontribusi nyata dalam memperkuat konektivitas digital nasional.

Semakin banyaknya inovasi dari desa, konektivitas digital bukan lagi sekadar infrastruktur, melainkan jembatan menuju kemandirian ekonomi. Partisipasi publik sangat dibutuhkan untuk mengenalkan sosok, komunitas, maupun lembaga yang telah bekerja nyata menghadirkan perubahan.

Cara Ajukan Nominasi Apresiasi Konektivitas Digital

Anda bisa berpartisipasi dalam mendorong perluasan konektivitas digital dengan memberikan penghargaan kepada individu, komunitas, dan lembaga yang telah berkontribusi mengerahkan pikiran dan tenaganya untuk memperluas jangkauan telekomunikasi di Tanah Air.

Caranya, cukup ajukan nama individu, komunitas, atau lembaga melalui detik.com/apresiasikonektivitasdigital. Anda dapat mengusulkan nama individu, komunitas, atau lembaga yang dinilai berkontribusi nyata dalam membuka akses teknologi dan informasi, terutama di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Adapun form dapat diisi mulai dari 15 November 2025 - 28 Februari 2026.

Sebelum mengisi formulir, perhatikan beberapa ketentuan umum agar nominasi Anda dapat diproses dengan baik:

Ketentuan Umum

  1. Satu pengusul hanya berhak mengusulkan satu nominator.

  2. Pendaftar mengikuti/follow akun Instagram @bakti.komdigi.

  3. Periode submission berlangsung pada tanggal 15 November 2025 - 28 Februari 2026.

  4. Penjelasan harus disertai dengan bukti-bukti pendukung seperti foto, video, dan dokumen lainnya

Adapun daftar 13 nominasi dalam ajang ini adalah sebagai berikut:

  1. Provinsi Pendorong Ekonomi Digital

  2. Provinsi Pendukung Akselerasi Konektivitas Digital

  3. Kabupaten Pelopor UMKM Digital

  4. Desa Digital Unggulan

  5. BUMDes Inovatif dalam Bisnis Digital

  6. Puskesmas Inovatif dalam Digitalisasi Layanan Kesehatan

  7. Sekolah Teladan Digital

  8. Pos Pertahanan Pendukung Konektivitas Digital

  9. Individu Pegiat Literasi Digital di Desa

  10. Individu Pejuang Internet Masuk Desa

  11. Individu Konten Kreator Lokal Kreatif

  12. Komunitas Pendukung Ekonomi Kreatif Digital

  13. Komunitas Pendorong Internet untuk Rakyat

Melalui ajang ini, detikcom mengajak masyarakat untuk turut mengenalkan sosok dan komunitas inspiratif di sekitarnya yang telah berkontribusi nyata dalam memperluas konektivitas serta membangun literasi digital di Indonesia.

(anl/ega)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |