Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan telah menandatangani memorandum of understanding (MoU) untuk mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz. Ini lebih cepat dari jadwal yang sebelumnya direncanakan.
Mengutip laman AS Axios, Kamis (18/6/2026), dua pejabat AS mengatakan dokumen telah ditandatangani secara elektronik dan kini resmi berlaku. Salah satu pejabat menyebut Presiden AS Donald Trump menandatangani langsung dokumen tersebut.
Sebelumnya, penandatanganan MoU dijadwalkan berlangsung di Swiss pada Jumat. Namun, sejumlah sumber diplomatik menyebut kedua pihak sepakat mempercepat proses agar pembukaan Selat Hormuz dapat dilakukan segera.
Menurut seorang diplomat dari negara mediator, percepatan jadwal dilakukan karena Washington dan Teheran telah mencapai kesepahaman mengenai pembukaan jalur pelayaran strategis tersebut. Selat Hormuz merupakan salah satu jalur energi terpenting dunia yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak global.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan kedua pihak telah menyepakati bahwa MoU akan ditandatangani secara elektronik oleh masing-masing presiden. Meski dokumen telah berlaku, pertemuan delegasi AS dan Iran di Swiss pada Jumat tetap akan berlangsung sesuai rencana.
Delegasi AS akan dipimpin Wakil Presiden JD Vance sementara Iran diwakili Ketua Parlemen Mohammad-Bagher Ghalibaf. Pertemuan tersebut diperkirakan akan menjadi awal perundingan menuju kesepakatan final, terutama terkait program nuklir Iran yang masih menjadi isu utama dalam hubungan kedua negara.
Di sisi lain, muncul perbedaan versi mengenai waktu penandatanganan dokumen. Seorang pejabat senior pemerintahan Trump mengklaim perjanjian sebenarnya telah ditandatangani secara elektronik sejak Minggu oleh Trump, Vance, dan Ghalibaf.
Namun, sumber diplomatik yang terlibat dalam proses mediasi membantah klaim tersebut. Sementara sumber lain yang mengetahui pembicaraan mengatakan memang telah terjadi penandatanganan sebelumnya dan proses terbaru merupakan "penandatanganan kedua".
Belum jelas mengapa diperlukan dua kali penandatanganan untuk dokumen yang sama. Axios melaporkan Trump menandatangani dokumen terbaru itu saat menghadiri jamuan makan malam di Prancis bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Kesepakatan ini menjadi langkah penting menuju berakhirnya konflik antara AS dan Iran. Sekaligus, membuka jalan bagi normalisasi lalu lintas perdagangan energi melalui Selat Hormuz dan dimulainya negosiasi mengenai masa depan program nuklir Iran.
(sef/sef)
Addsource on Google


















































