Belum Ditemukan, Atlet Golf Jesslyn Wijaya Diduga Tak Ada di Jakarta

9 hours ago 3
Jakarta -

Polisi masih mendalami dugaan penculikan atlet golf bernama Jesslyn Wijaya Lay saat menghadiri perayaan ulang tahun keluarganya di Jakarta Pusat (Jakpus). Korban belum ditemukan.

"Belum, jadi untuk korban masih kami lakukan penyelidikan keberadaannya," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra saat dimintai konfirmasi, Selasa (21/7/2026).

Roby mengatakan korban diduga berada di luar Jakarta. Polisi masih mendalami apakah korban pergi karena kemauannya sendiri atau karena diculik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada kemungkinan tidak di Kota Jakarta. Namun kami masih melakukan penyelidikan sampai dengan menemukan benarkah peristiwa ini atas kemauan korban atau memang ada dugaan tindak pidana penculikan seperti yang dilaporkan di awal," jelasnya.

Polisi masih melakukan penyelidikan. Polisi sudah memeriksa CCTV hingga mendatangi rumah korban.

"Kami dari Polres Jakpus sudah menerima laporan polisinya dan sampai saat ini masih melakukan penyelidikan terhadap kejadian yang dilaporkan tersebut. Termasuk memeriksa CCTV di lokasi, saksi-saksi termasuk juga rumah dari pada korban dan orang tua korban," jelasnya.

Kuasa hukum keluarga, Andi Darti, mengatakan dugaan penculikan terjadi pada Senin (13/7) sekitar pukul 19.45 WIB di sebuah restoran di Mangga Besar. Menurut Andi, berdasarkan keterangan saksi, sesaat sebelum acara ulang tahun dimulai, korban diduga ditutup matanya, kemudian dibawa oleh dua pria bertubuh besar menuju sebuah mobil berwarna hitam.

"Korban sempat berteriak meminta tolong dan berusaha keluar dari kendaraan, namun kemudian kembali dimasukkan ke dalam mobil," ujar Andi dilansir Antara, Selasa (21/7).

Andi mengatakan Jesslyn tidak lagi dapat dihubungi oleh keluarga maupun teman-temannya. Telepon seluler yang diduga digunakan korban juga disebut tidak dapat diakses.

Andi menyebut polisi telah mendatangi lokasi kejadian, meminta keterangan sejumlah saksi, serta melakukan penelusuran ke beberapa lokasi yang diduga berkaitan dengan keberadaan korban. Menurut dia, ada juga informasi korban diduga melakukan perjalanan ke Malaysia melalui Semarang pada 14 Juli 2026.

Di sisi lain, pelapor juga menerima informasi bahwa perangkat telepon seluler yang diduga milik korban masih terdeteksi berada di kawasan Puri Jimbaran. Dia menegaskan seluruh informasi tersebut masih memerlukan pendalaman oleh penyidik untuk memastikan kebenarannya.

(wnv/haf)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |