Baru Beroperasi Sehari, PLTN Terbesar Dunia di Jepang Bermasalah

3 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Jepang kembali menunda pengoperasian pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) terbesar di dunia, Kashiwazaki-Kariwa, hanya sehari setelah fasilitas tersebut mulai beroperasi kembali untuk pertama kalinya dalam hampir 14 tahun.

Operator pembangkit, Tokyo Electric Power Company (Tepco), menyatakan penundaan dilakukan setelah alarm dari sistem pemantauan berbunyi saat proses pengoperasian awal reaktor di fasilitas yang berlokasi di Prefektur Niigata itu.

"Alarm dari sistem pemantauan berbunyi selama prosedur pengoperasian awal reaktor," ujar Tepco dalam pernyataan resminya, Kamis (22/1/2026), dikutip The Guardian.

Kepala lokasi Kashiwazaki-Kariwa, Takeyuki Inagaki, mengatakan belum dapat memastikan kapan masalah tersebut akan teratasi.

"Kami tidak mengharapkan ini akan diselesaikan dalam satu atau dua hari. Saat ini belum bisa dipastikan berapa lama waktu yang dibutuhkan," kata Inagaki dalam konferensi pers. "Untuk saat ini, kami akan sepenuhnya fokus pada upaya mengidentifikasi penyebab dari apa yang terjadi."

Juru bicara Tepco, Takashi Kobayashi, menjelaskan bahwa perusahaan memutuskan untuk kembali memasukkan batang kendali ke dalam reaktor secara terencana setelah diketahui proses perbaikan akan memakan waktu.

"Reaktor berada dalam kondisi stabil dan tidak ada dampak radioaktif di luar fasilitas," ujarnya kepada AFP.

Batang kendali merupakan komponen penting dalam reaktor nuklir yang berfungsi mengatur reaksi berantai nuklir. Penarikan batang kendali dapat mempercepat reaksi, sementara pemasukan lebih dalam akan memperlambat atau menghentikannya sepenuhnya.

PLTN Kashiwazaki-Kariwa merupakan pembangkit nuklir terbesar di dunia berdasarkan kapasitas terpasang. Namun, saat ini baru satu dari tujuh reaktor yang diaktifkan kembali. Seluruh fasilitas tersebut ditutup sejak bencana nuklir Fukushima pada 2011, ketika gempa bumi dan tsunami besar memicu pelelehan inti di tiga reaktor PLTN Fukushima Daiichi.

Pengoperasian ulang Kashiwazaki-Kariwa menjadi bagian dari strategi Jepang yang miskin sumber daya alam untuk menghidupkan kembali energi nuklir. Langkah ini ditujukan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, mencapai target netralitas karbon pada 2050, serta memenuhi lonjakan kebutuhan listrik, termasuk dari perkembangan kecerdasan buatan (AI).

Kashiwazaki-Kariwa juga menjadi unit pertama milik Tepco yang kembali beroperasi sejak 2011. Tepco sendiri merupakan operator PLTN Fukushima Daiichi yang kini tengah dalam proses dekomisioning.

Meski demikian, rencana pengoperasian kembali PLTN tersebut menuai penolakan di tingkat lokal. Survei pada September lalu menunjukkan sekitar 60% warga Niigata menentang pengaktifan kembali Kashiwazaki-Kariwa, sementara 37% menyatakan dukungan.

Awal bulan ini, tujuh kelompok penentang juga mengajukan petisi kepada Tepco dan Otoritas Regulasi Nuklir Jepang. Petisi yang ditandatangani hampir 40.000 orang itu menyoroti lokasi pembangkit yang berada di zona patahan seismik aktif serta riwayat gempa kuat yang pernah mengguncang area tersebut pada 2007.

(tfa/luc)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |