Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah terus memperkuat ketahanan pangan nasional, termasuk menjaga stabilitas pasokan bawang putih di tengah kebutuhan yang masih bergantung pada impor. Upaya ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
Selain menjaga harga, pemerintah juga mulai fokus memperkuat sektor hulu, khususnya perbenihan, untuk mendorong percepatan swasembada bawang putih.
Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Maino Dwi Hartono memastikan pasokan bawang putih saat ini masih dalam kondisi aman, ditopang produksi dalam negeri yang mulai meningkat sejak awal tahun.
"Kalau kita lihat, produksi bawang putih dalam negeri sudah mulai bergerak sejak Maret di kisaran 2,4 ribu ton, dan pada April ini meningkat menjadi sekitar 4,2 ribu ton. Ini perkembangan yang positif, karena artinya pasokan domestik mulai terisi dan semakin memperkuat ketersediaan di pasar," ujar Maino dalam keterangannya, dikutip Jumat (10/4/2026).
Meski pasokan relatif terjaga, DPR menyoroti masih tingginya ketergantungan impor untuk komoditas ini. Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa Titiek Soeharto menegaskan, penguatan perbenihan merupakan titik krusial dalam pembangunan pertanian.
Ia menilai keberhasilan peningkatan produksi sangat ditentukan oleh kualitas benih yang digunakan petani.
"Benih merupakan titik awal sekaligus penentu utama keberhasilan pembangunan pertanian. Kualitas benih akan sangat memengaruhi produktivitas, ketahanan terhadap perubahan iklim, hingga daya saing produk pertanian kita," kata Titiek.
Titiek mengatakan, penguatan sektor perbenihan menjadi langkah mendasar untuk mengurangi ketergantungan impor bawang putih.
"Kita membutuhkan bibit-bibit unggul, dan itu bisa dihasilkan melalui penguatan peran balai-balai penelitian seperti ini. Jika kapasitas peneliti dan fasilitasnya terus diperkuat, insya Allah kami di Komisi IV DPR RI akan memperjuangkan ini," ujarnya.
Dari sisi petani, persoalan benih dan kesesuaian lahan masih menjadi tantangan utama. Petani bawang putih asal Bandung Barat, Usep Saefudin berharap adanya inovasi varietas yang lebih adaptif.
"Kami berharap ada inovasi benih yang bisa ditanam di dataran lebih rendah, jadi petani punya pilihan dan tidak harus bersaing dengan komoditas lain di dataran tinggi. Selain itu, dukungan pupuk dan pendampingan juga sangat kami butuhkan agar produksi bisa lebih optimal," ujar Usep.
Pemerintah menegaskan, akan terus menjaga keseimbangan antara peningkatan produksi dalam negeri dan stabilitas pasokan di pasar.
"Di satu sisi kita dorong peningkatan produksi, termasuk melalui penguatan perbenihan. Namun di sisi lain, pemerintah juga memastikan ketersediaan tetap aman melalui pengaturan pasokan yang terukur. Ini yang terus kita jaga agar keseimbangan tetap terjaga," tutup Maino.
Foto: Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau dikenal dengan Titiek Soeharto memegang bawang putih saat melakukan Kunjungan Kerja di BRMP Sayuran, Lembang, Kamis (9/4/2026). (Dok. Humas Badan Pangan Nasional (Bapanas))
Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau dikenal dengan Titiek Soeharto memegang bawang putih saat melakukan Kunjungan Kerja di BRMP Sayuran, Lembang, Kamis (9/4/2026). (Dok. Humas Badan Pangan Nasional (Bapanas))
(dce)
[Gambas:Video CNBC]


















































