Banjir Bandang Rendam 35 Rumah di Cianjur, 60 KK Mengungsi

3 hours ago 1

Cianjur - Banjir bandang merendam puluhan rumah di Kampung Cibolang, Desa Jamali, Kecamatan Mande, Cianjur. Banjir yang sudah terjadi selama dua hari berturut-turut membuat satu rumah jebol.

Banjir terjadi sejak Jumat (1/5) sore, tepatnya setelah hujan deras mengguyur selama beberapa jam. Namun saat petang, ketinggian air meninggi hingga lebih dari 1,5 meter dengan arus air yang sangat deras.

"Luapan sungainya sudah sejak sore hari. Awalnya ketinggian air hanya 30 centimeter. Tapi menjelang magrib, ketinggiannya terus naik," kata Kepala Desa Jamali Cece Rusmana, Jumat (1/5/2036).

Total ada 35 rumah yang terendam dan lebih dari 60 keluarga harus diungsikan. Selain itu, satu rumah jebol akibat hantaman arus banjir.

"Yang terendam 35 rumah. Tapi yang rusak parah ada satu rumah. Bagian belakang rumahnya jebol dan barang berharganya habis terbawa banjir. Sementara warga yang rumahnya terendam diungsikan," kata Cece.

Dia mengatakan banjir di lokasi tersebut terjadi selama dua hari berturut-turut. Hal itu diduga disebabkan akibat pendangkalan sungai di dekat pemukiman warga.

"Sebenarnya sudah puluhan tahun di sini aman dari banjir. Tapi kemarin dan hari ini terjadi banjir bandang. Penyebabnya sungai di dekat pemukiman mengalami pendangkalan," ujar Cece.

Kepala BPBD Kabupaten Cianjur Iwan Karyadi, mengatakan untuk penanganan banjir, tim gabungan dari BPBD, Polres, TNI, PMI, dan relawan sudah diterjunkan ke lokasi.

"Tim gabungan sudah di lokasi. Banjir perlahan surut sehingga kini sudah mulai bisa dilakukan pembersihan dari material lumpur," katanya.

Di sisi lain, Polres Cianjur menurunkan tim tenaga kesehatan untuk memeriksa kondisi warga yang terdampak banjir bandang selama dua hari berturut-turut tersebut.

"Tim Nakes langsung memeriksa kondisi kesehatan warga, karena ada yang mengeluhkan sakit dan dampak lain dari banjir. Jadi langsung ditangani agar tidak bertambah parah kondisi kesehatannya," ujar Kapolres Cianjur AKBP A Alexander Yurikho Hadi.

Selain itu, bantuan logistik juga diberikan untuk menjamin korban tidak kekurangan makanan pasca banjir. Alexander menyebut, untuk antisipasi jangka panjang, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemkab Cianjur agar bersama-sama melakukan pengerukan sungai.

"Diduga penyebabnya terjadi pendangkalan sungai, sehingga kami akan bersama-sama melakukan pengerukan, supaya sungai kembali normal ketika terjadi peningkatan volume saat hujan," kata Alexander.

Di sisi lain, Ketua PMI Cianjur Ahmad Fikri, mengatakan pihaknya menerjunkan belasan anggota untuk mengevakuasi dan pembersihan material lumpur dari rumah yang terendam.

"Relawan PMI mulai melakukan pembersihan di titik yang mulai surut. Agar masyarakat bisa segera kembali ke rumahnya. Kami juga berikan bantuan logistik untuk masyarakat," pungkasnya.

(ygs/ygs)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |