Banjir Bandang Nepal-Tibet, 341 Turis Asing Masih Hilang

1 hour ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebanyak 341 turis asing sempat hilang setelah banjir dahsyat menerjang kawasan perbatasan Nepal-Tibet. Situasi sempat mencekam ketika ratusan wisatawan terputus kontak di tengah bencana yang menewaskan sedikitnya 95 orang.

Kementerian Kebudayaan, Pariwisata, dan Penerbangan Sipil Nepal mencatat sekitar 403 wisatawan sempat tidak diketahui keberadaannya selama beberapa jam setelah banjir melanda wilayah utara Nepal. Dari jumlah tersebut, sebanyak 341 orang merupakan warga negara asing.

Hilangnya kontak dengan ratusan wisatawan membuat pemerintah Nepal memperluas operasi pencarian dan penyelamatan. Tim penyelamat dikerahkan untuk memastikan keberadaan warga maupun wisatawan yang berada di kawasan terdampak.

Juru bicara kepolisian Nepal, Abi Narayan Kafle, mengatakan sedikitnya 95 orang meninggal dunia akibat banjir besar tersebut.

Tampilan dari drone memperlihatkan lumpur yang menutupi bangunan setelah banjir bandang di Trishuli, distrik Nuwakot, Nepal, pada 27 Agustus 2026. (REUTERS/Navesh Chitrakar)Tampilan dari drone memperlihatkan lumpur yang menutupi bangunan setelah banjir bandang di Trishuli, distrik Nuwakot, Nepal, pada 27 Agustus 2026. (REUTERS/Navesh Chitrakar)

Bencana menerjang kawasan perbatasan Nepal dengan Tibet di wilayah utara negara tersebut. Selain menelan korban jiwa, banjir juga mengganggu aktivitas masyarakat dan wisatawan di kawasan yang menjadi salah satu tujuan perjalanan di Nepal.

PM Nepal: Negara Hadir

Perdana Menteri Nepal Balendra Shah mengatakan pemerintah mengerahkan seluruh sumber daya untuk menangani dampak bencana, termasuk untuk proses pencarian dan evakuasi, perawatan korban, serta penyediaan makanan dan tempat tinggal.

"Rasa sakit dan kehilangan yang Anda alami sungguh berat. Namun, saya ingin meyakinkan Anda bahwa Anda tidak sendirian menghadapi masa sulit ini-negara hadir mendampingi Anda dengan segala sarana dan sumber dayanya," kata Shah dalam pernyataan yang diunggah melalui media sosial, seperti dikutip VN Express.

Shah meminta masyarakat tetap bersabar dan menegaskan pemerintah bertanggung jawab penuh terhadap penanganan bencana.

"Mohon bersabarlah. Pemerintah bertanggung jawab penuh atas upaya penyelamatan, perawatan, serta penyediaan makanan dan tempat tinggal bagi Anda. Di saat bencana seperti ini, kita semua harus bersatu," ujarnya.

India Tawarkan Bantuan

Di tengah operasi penyelamatan, dukungan juga datang dari negara tetangga, India.

Perdana Menteri India Narendra Modi mengatakan telah berbicara dengan Shah untuk menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya korban jiwa sekaligus menawarkan bantuan bagi Nepal.

"Rakyat India berdiri dalam solidaritas bersama saudara-saudari di Nepal pada masa sulit ini," kata Modi.

Modi menegaskan India siap memberikan bantuan kemanusiaan yang dibutuhkan Nepal untuk menghadapi dampak bencana.

"India siap memberikan segala bantuan kemanusiaan yang dimungkinkan kepada Nepal. Tim kami sedang berkoordinasi erat terkait upaya penyelamatan dan bantuan," ujarnya.

Pemerintah Nepal kini menghadapi tantangan besar untuk memastikan keselamatan warga dan wisatawan yang terdampak, sekaligus menangani puluhan korban jiwa dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |