Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menargetkan peningkatan cadangan minyak sampai 30 hari dari saat ini sekitar 21 hari.
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah akan mendorong pembangunan infrastruktur tangki minyak baru di Karimun, Kepulauan Riau.
Bahlil menyebut, pembangunan tangki minyak tersebut ditargetkan akan dimulai pada Mei 2026.
"Sekarang ada penambahan lagi 7 hari dari Karimun. Dan ini yang kita lagi komunikasikan, sehingga bisa kita mencapai 1 bulan. Yang lebih-lebihnya kita lagi melakukan pembangunan. Bulan Mei insya Allah doain kita sudah mulai melakukan pembangunan," ungkapnya saat ditemui di kantornya, Jumat (10/4/2026).
Selain stok minyak, pemerintah juga memantau ketersediaan LPG nasional yang saat ini berada di atas level 10 hari. Bahlil menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa Indonesia telah berhasil melewati fase kritis akibat dinamika geopolitik global yang sempat menekan pasokan energi dalam negeri.
"Jadi sebenarnya saya ingin menyampaikan bahwa masa kritis kita terhadap dinamika global untuk BBM, alhamdulillah kita sudah lewati. Tetapi sudah barang tentu, saya meminta kepada seluruh masyarakat, kita harus bijak, arif dalam memakai BBM, termasuk LPG," katanya.
Pembangunan tangki minyak baru di Karimun menjadi strategi pemerintah untuk memastikan ketersediaan energi tetap stabil di masa mendatang. Dengan target stok operasional selama 30 hari, Indonesia diharapkan memiliki ketahanan yang lebih kuat terhadap fluktuasi energi dunia.
Stok BBM Nasional
Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Wahyudi Anas buka-bukaan mengenai kondisi terkini pasokan BBM nasional, baik jenis BBM subsidi maupun BBM Non subsidi.
Dalam paparannya, untuk jenis BBM RON 90 atau Pertalite total cadangan nasional masih di angka 18,1 hari. Jumlah cadangan bensin Pertalite tercatat mencapai 1,51 juta Kilo Liter (KL) dengan konsumsi harian 84.038 KL.
"Status ini masih sangat aman," terang Wahyudi Anas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR, pekan lalu.
Sementara itu, untuk jenis BBM Non Subsidi seperti Pertamax RON 92 juga masih dalam kondisi aman dengan kondisi cadangan mencapai 22,1 hari. Adapun juga untuk Pertamax Turbo RON 98 mencapai 46,5 hari.
"Artinya jenis BBM Bensin sangat aman dan situasi semua terdistribusi dan terlayani untuk masyarakat," tegas Wahyudi.
Sementara itu, untuk BBM jenis Solar Subsidi ketahanan stoknya masih di 16,5 hari dengan stok nasional mencapai 1,57 juta KL dengan konsumsi harian mencapai 95.638 KL. Adapun untuk Pertamina DEX CN53 stoknya mencapai 64,5 hari.
"Dan kondisi stok BBM yang khusus untuk gasoil dan gasoline Ini memang pergerakannya sangat dinamis. Karena kebutuhan masyarakat serta untuk keseimbangan stok yang terjaga kami sudah konfirmasi dengan Pertamina Grup bahwasannya kilang tetap produksi normal, tidak ada kegiatan-kegiatan maintenance, sehingga posisi fluktuatif ini terjaga dengan baik dan kondisinya memang sangat aman," jelas Wahyudi.
Kemudian khusus untuk Bahan Bakar avtur, stoknya ketahanan mencapai 28,1 hari dengan stok nasional mencapai 388.626 KL dan konsumsi harian mencapai 13.816 KL. "Jadi bisa kita simpulkan, ketahanan stok BBM nasional dalam kondisi aman," tandas Wahyudi.
(wia)
[Gambas:Video CNBC]

















































