AS Beri Kabar Baik, Investor Kini Tunggu Pengumuman dari China-Jepang

3 hours ago 1
  • Pasar keuangan Indonesia berakhir beragam, bursa saham menguat sementara rupiah melemah
  • Wall Street bangkit, saham Microsoft terbang
  • Data ekonomi dan perkembangan perang menjadi penggerak pasar hari ini

Jakarta, CNBC Indonesia- Pasar keuangan dalam negeri ditutup beragam pada perdagangan Kamis(30/7/2026). bursa saham  ditutup menguat sementara mata uang Garuda ditutup melemah.

Pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih volatile pada hari ini. Selengkapnya mengenai proyeksi pasar hari ini bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,56% ke level 6.186,36 pada perdagangan Kamis (30/7/2026). Penguatan indeks ditopang oleh menguatnya hampir seluruh sektor, terutama saham-saham berkapitalisasi besar (big caps) perbankan dan telekomunikasi.

Sepanjang hari, indeks bergerak pada rentang 6.106,55 hingga 6.186,36, sekaligus ditutup di level tertinggi hariannya. Penguatan IHSG juga diiringi dominasi saham yang menguat. Sebanyak 495 saham naik, 158 saham melemah, dan 136 saham ditutup stagnan.

Nilai transaksi di seluruh pasar mencapai Rp12,43 triliun dengan volume perdagangan 25,37 miliar saham yang diperdagangkan sebanyak 1,729 juta kali. Sementara itu, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia tercatat mencapai sekitar Rp10.812 triliun.

Investor asing mencatat net buy sebesar Rp 262,81 miliar.

Mengutip Refintitv, sektor kesehatan menjadi yang berkinerja terbaik dengan kenaikan 1,92%, disusul konsumer primer (1,89%), konsumer non-primer (1,48%), keuangan (1,39%), dan industri (1,21%). Dari 11 sektor, hanya utilitas yang ditutup melemah sebesar 0,35%.

Sementara itu, penguatan IHSG terjadi saat mayoritas bursa Asia kebakaran, rupiah melemah, dan harga minyak yang merangkak naik. Shenzen ditutup turun 2,73%, Kospi -1,23%, dan STI -0,74%.

Sebagai informasi, nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Tekanan terhadap mata uang Garuda membesar seiring dolar AS yang berbalik menguat di pasar global.

Merujuk data Refinitiv, pada penutupan perdagangan Kamis (30/7/2026), rupiah harus mengalami depresiasi sebesar 0,17% ke posisi Rp18.075/US$.

Pelemahan rupiah membesar dibandingkan posisi pembukaan perdagangan pagi tadi. Mata uang Garuda dibuka melemah tipis 0,03% ke level Rp18.050/US$, kemudian kehilangan 25 poin hingga penutupan.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 15.00 WIB terpantau berbalik menguat 0,17% ke posisi 101,052.

Dari pasar obligasi, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun menanjak ke  7,337% pada Kamis. Kenaikan imbal hasil ini menandai adanya aksi jual investor sehingga harga jatuh.

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |