Apa Itu Pasukan UNIFIL? Tugasnya di Lebanon dan Kontribusi Indonesia

2 weeks ago 4

Jakarta -

Pasukan UNIFIL menjadi sorotan publik karena sering disebut dalam berbagai isu konflik di Timur Tengah, khususnya di wilayah Lebanon. Banyak masyarakat yang mulai mencari tahu apa itu UNIFIL dan apa tugas pasukan tersebut dalam menjaga perdamaian dunia.

UNIFIL merupakan bagian dari misi penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang beroperasi di kawasan konflik. Untuk memahami peran dan tugasnya secara lengkap, berikut penjelasan mengenai UNIFIL berdasarkan sumber resmi PBB.

Apa Itu UNIFIL?

Merujuk laman resmi UN Peacekeeping, UNIFIL adalah singkatan dari United Nations Interim Force in Lebanon, yaitu pasukan penjaga perdamaian PBB yang bertugas di Lebanon.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

UNIFIL dibentuk oleh Dewan Keamanan PBB pada Maret 1978 untuk membantu menjaga perdamaian dan stabilitas di Lebanon selatan. Misi ini hadir sebagai respons terhadap konflik yang terjadi di wilayah tersebut serta untuk mendukung keamanan internasional.

UNIFIL berkedudukan di Naqoura, Lebanon, dan terdiri dari personel militer serta staf sipil dari berbagai negara anggota PBB yang bekerja sama menjalankan misi perdamaian di kawasan tersebut.

Mandat dan Tugas UNIFIL di Lebanon

Merujuk laman resmi UNIFIL Mandate, pasukan UNIFIL memiliki mandat yang ditetapkan melalui Resolusi Dewan Keamanan PBB 425 dan 426 tahun 1978, kemudian diperkuat melalui Resolusi 1701 tahun 2006 untuk menjaga stabilitas di Lebanon selatan.

Dalam mandat awalnya, UNIFIL bertugas memastikan penarikan pasukan Israel dari Lebanon selatan, memulihkan perdamaian dan keamanan internasional, serta membantu pemerintah Lebanon menjalankan otoritasnya secara efektif di wilayah tersebut.

Setelah konflik tahun 2006, mandat UNIFIL diperluas, antara lain memantau penghentian permusuhan, mendampingi dan mendukung Lebanese Armed Forces saat ditempatkan di wilayah selatan, serta berkoordinasi dengan pemerintah Lebanon dan Israel dalam menjaga stabilitas kawasan. UNIFIL juga membantu memastikan akses kemanusiaan bagi warga sipil dan mendukung pemulangan pengungsi secara aman dan sukarela.

Selain itu, UNIFIL membantu tentara Lebanon menjaga wilayah antara Blue Line dan Sungai Litani agar bebas dari senjata ilegal, mendukung pengamanan perbatasan, serta melindungi personel PBB, pekerja kemanusiaan, dan warga sipil dari ancaman kekerasan di area operasi.

Kekuatan UNIFIL dan Kontribusi Indonesia

Merujuk data resmi UN Peacekeeping per Januari 2026, jumlah personel UNIFIL mencapai 8.195 personel yang terdiri dari 7.375 pasukan militer, 173 staf perwira, dan 647 personel sipil. Disebutkan juga bahwa UNIFIL memiliki otorisasi hingga 13.000 personel berseragam, yang didukung oleh staf sipil internasional dan lokal untuk menjalankan misi perdamaian di Lebanon selatan.

Data kontribusi negara menunjukkan Indonesia termasuk salah satu penyumbang pasukan terbesar dalam misi UNIFIL. Berdasarkan daftar top ten military contributors per Januari 2026, Indonesia berada di posisi kedua setelah Italia dalam jumlah personel yang dikirimkan ke misi tersebut, yakni sebanyak 756 pasukan.

Adapun sepuluh negara penyumbang pasukan terbesar UNIFIL meliputi Italia, Indonesia, Spanyol, India, Prancis, Ghana, Nepal, Malaysia, China, dan Irlandia. Kontribusi ini menunjukkan peran aktif berbagai negara, termasuk Indonesia, dalam menjaga stabilitas dan perdamaian di Lebanon.

Lihat juga Video 3 Prajurit TNI Gugur-5 Terluka Akibat Serangan Israel, Ini Identitasnya

(wia/imk)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |