Andre Rosiade Kawal Perbaikan Jalan Malalak di Agam, Anggaran Rp 670 M

2 hours ago 2

Jakarta -

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menegaskan keseriusan pemerintah pusat dalam mempercepat pemulihan Jalan dan Jembatan Malalak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, yang rusak akibat banjir bandang (galodo). Atas instruksi Presiden Prabowo Subianto, pemerintah pusat resmi mengambil alih penanganan ruas jalan provinsi tersebut dengan total anggaran sekitar Rp670 miliar.

"Meski Jalan Malalak merupakan kewenangan provinsi, karena kerusakannya akibat bencana alam, Presiden Prabowo melalui Menteri PU mengambil alih langsung agar penanganannya lebih cepat dan menyeluruh," tegas Andre, dalam keterangan tertulis, Senin (19/1/2026).

Andre meninjau langsung progres pembangunan di kawasan Malalak, Senin (19/1). Ia didampingi Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar Elsa Putra Friandi, Kepala Proyek Hutama Karya Infrastruktur (HKI) Ardiansyah, serta Camat Malalak Ulya Satar. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan percepatan pengerjaan di jalur strategis Padang-Bukittinggi, sekaligus menjamin kualitas dan keselamatan infrastruktur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Andre menegaskan kehadirannya di lapangan tidak hanya untuk memastikan pembangunan fisik berjalan sesuai rencana, tetapi juga memberikan kepastian dan rasa keadilan bagi masyarakat terdampak. Pengawalan dilakukan secara terpadu bersama instansi teknis dan aparat kepolisian agar seluruh proses berlangsung transparan dan akuntabel. Ia juga menyerahkan bantuan untuk puluhan warga yang berada di lokasi peninjauan.

"Kami mengawal langsung agar masyarakat mendapatkan kepastian hukum, rasa aman, dan infrastruktur yang lebih kuat dari sebelumnya," ujarnya.

Selain itu, pemerintah pusat menyiapkan anggaran sekitar Rp670 miliar yang dialokasikan dalam dua tahap. Pada 2026, sebesar Rp370 miliar digunakan untuk pekerjaan utama hingga Desember agar ruas jalan dapat terhubung secara fungsional. Selanjutnya, pada 2027, dialokasikan Rp300 miliar untuk penyelesaian akhir serta penguatan struktur jalan dan jembatan.

Di sisi lain, Elsa menjelaskan secara fungsional seluruh ruas Jalan Malalak ditargetkan tersambung pada akhir 2026. Namun, dua titik krusial di kilometer 78 dan kilometer 83 sepanjang sekitar lima kilometer masih memerlukan penanganan lanjutan hingga 2027 agar hasilnya lebih maksimal dan aman.

"Dengan koordinasi dan arahan Pak Andre, target kami pada 2026 jalan sudah tersambung, dan penyempurnaan struktur di titik rawan kami tuntaskan pada 2027," jelas Elsa.

Ia menambahkan, tahap utama pembangunan jalan dan jembatan Malalak ditargetkan rampung pada Juli 2026.

Sementara itu, Ardiansyah memastikan kesiapan penuh pihak kontraktor dalam mendukung percepatan pembangunan. Ia menyebut alat berat dan personel telah disiagakan di titik-titik terparah untuk mempercepat normalisasi jalur Padang-Bukittinggi via Malalak.

"Kami menempatkan alat berat dan tenaga teknis di lokasi prioritas agar pekerjaan berjalan sesuai jadwal tanpa mengurangi standar mutu dan keselamatan," tegas Ardiansyah.

Sebagai solusi sementara, pemerintah juga telah membangun Jembatan Bailey (rangka baja) yang kini menjadi akses vital bagi mobilisasi alat berat dan aktivitas warga selama proses pengerjaan berlangsung.

(akn/ega)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |