Jakarta -
Lebaran selalu menjadi momen penuh makna bagi masyarakat Indonesia untuk kembali ke kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) pun mengambil peran aktif dengan menghadirkan program tiket mudik gratis di wilayah Indonesia Timur yang berlangsung pada 16-28 Maret 2026.
Program ini menjadi bagian dari dukungan ASDP terhadap kebijakan pemerintah sekaligus upaya nyata menghadirkan akses transportasi yang lebih merata dan terjangkau, khususnya bagi masyarakat di wilayah kepulauan yang sangat bergantung pada layanan penyeberangan.
Direktur Utama (Dirut) ASDP Heru Widodo menyampaikan inisiatif ini tidak hanya berfokus pada aspek layanan, tetapi juga pada nilai keadilan akses bagi seluruh masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami ingin memastikan layanan penyeberangan tidak hanya andal secara operasional, tetapi juga inklusif dan dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Melalui program ini, kami berharap masyarakat di wilayah Timur dapat merasakan kemudahan perjalanan mudik dengan lebih nyaman," ujar Heru, dalam keterangan tertulis, Rabu (18/3/2026).
Melalui kerja sama dengan PT Jasaraharja Putera (JRP Insurance), program mudik gratis ini diperuntukkan bagi penumpang pejalan kaki kelas ekonomi dengan total penerima manfaat sebanyak 1.635 orang.
Layanan ini tersebar di sejumlah cabang strategis, antara lain Ambon (lintasan Namlea-Masarete PP), Selayar (Bira-Jampea PP), Sorong (Sorong-Fakfak PP dan Sorong-Folley PP), Biak (Biak-Manokwari dan Biak-Nabire), Bajoe (Maccini Baji-Pulau Sabutung PP dan Maccini Baji-Pulau Balang Lompo PP), Ternate (Babang-Saketa PP dan Sanana-Mangole PP), serta Bitung (Bitung-Mangaran PP).
Sementara itu, Dirut PT Jasaraharja Putera Abdul Haris menyatakan kolaborasi ini merupakan wujud nyata upaya perusahaan dalam memberikan ketenangan bagi para pemudik.
"Keterlibatan JRP Insurance dalam program Mudik Gratis bersama ASDP ini adalah bagian dari tanggung jawab kami untuk memastikan akses penumpang di wilayah Indonesia Timur. Kami memahami bahwa mudik bukan sekadar perjalanan fisik, tapi perjalanan harapan untuk bertemu keluarga," tegas Abdul.
"Oleh karena itu, kami hadir melayani sepenuh hati dengan memberikan proteksi asuransi yang handal, sehingga masyarakat dapat menjalankan prosesi Mudik Aman, Berbagi Harapan tanpa rasa was-was," sambungnya.
Perkuat Konektivitas
Untuk mengikuti program ini, pengguna jasa cukup melakukan pendaftaran di pelabuhan paling lambat satu hari sebelum keberangkatan dengan menunjukkan identitas resmi seperti KTP, Kartu Keluarga (KK), atau SIM.
Setelah proses verifikasi, petugas akan menerbitkan tiket manual berstempel 'Tiket Mudik Gratis', yang selanjutnya digunakan untuk proses check-in dan boarding sesuai jadwal.
Corporate Secretary ASDP Windy Andale menjelaskan mekanisme pendaftaran dirancang sederhana agar mudah diakses masyarakat.
"Kami memastikan prosesnya praktis dan inklusif, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan program ini secara optimal," jelas Windy.
Untuk menjaga ketertiban dan pemerataan, program ini dibatasi maksimal empat orang per keluarga. Tiket yang telah diterbitkan tidak dapat diperjualbelikan, dipindahtangankan, maupun dibatalkan.
Setiap penumpang juga wajib membawa identitas yang sesuai saat keberangkatan sebagai bagian dari proses verifikasi.
Melalui program ini, ASDP berharap dapat terus menghadirkan layanan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat konektivitas antardaerah. Dengan dukungan berbagai pihak, diharapkan perjalanan mudik masyarakat, khususnya di wilayah Indonesia Timur, dapat berlangsung dengan aman, lancar, dan nyaman.
Tonton juga video "Andre Rosiade Siapkan 250 Bus Mudik Gratis ke Sumbar"
(anl/ega)


















































