Andre Rosiade Kawal Pembangunan Flyover Sitinjau Lauik, Target Tuntas 2027

3 hours ago 1

Jakarta -

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade bersama Forkopimda Sumatera Barat (Sumbar) meninjau langsung lokasi pembangunan Flyover Sitinjau Lauik di Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang. Andre berharap proyek strategis nasional tersebut berjalan tepat waktu, aman secara hukum, dan tak tersendat persoalan pembebasan lahan.

Andre menegaskan Flyover Sitinjau Lauik merupakan proyek besar lintas pemerintahan yang mulai diperjuangkan pada masa Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan berlanjut hingga tahap lelang, penetapan pemenang, serta kontrak resmi pada era Presiden Prabowo Subianto. Tahap pertama proyek ini bernilai hampir Rp 2,8 triliun dan diproyeksikan berlanjut ke tahap kedua dengan nilai lebih dari Rp 3 triliun, dibiayai melalui APBN Direktorat Jenderal Bina Marga.

"Proyek ditargetkan sudah fungsional pada Oktober 2027. Kepastian lahan menjadi kunci utama agar pembangunan dan investasi tidak kembali terhambat," kata Andre Rosiade, Selasa (10/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR RI ini mengapresiasi sinergi Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat, BPN, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional, serta Pemerintah Provinsi Sumbar dalam mengawal pembebasan lahan. Rombongan, termasuk Kepala Kanwil BPN/ATR Sumbar Teddi Guspriadi, Kepala Kejati Sumbar Muhibbudin, Kepala BPJN Sumbar Elsa Putra Friandi, serta jajaran Pemprov dan Pemko Padang, juga meninjau titik awal Flyover Panorama Sitinjau Lauik 1 yang merupakan bagian paling krusial dari jalur rawan kecelakaan Padang-Solok.

Kepala Kejati Sumbar Muhibbudin menegaskan komitmen pendampingan hukum agar proyek berjalan tepat waktu, tepat mutu, dan tepat sasaran tanpa menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari. Ia mengakui persoalan pertanahan masih menjadi tantangan utama, namun optimistis dapat diselesaikan melalui koordinasi lintas instansi.

Kejati Sumbar menyatakan kesiapan memfasilitasi rapat koordinasi awal April untuk mempercepat penyelesaian proyek flyover maupun rencana pembangunan jalan tol ke depan. "Kalau ini cepat selesai, kita lanjut ke tahap duanya," katanya.

Sementara itu, Kepala BPJN Sumbar Elsa Putra Friandi menyampaikan progres Flyover Sitinjau Lauik berjalan sesuai tahapan dengan target fungsional Oktober 2027. Selain pekerjaan utama, BPJN juga menyiapkan kajian pembangunan fasilitas pendukung keselamatan berupa rest area dan lajur penyelamat di Panorama 2 yang memiliki turunan ekstrem.

Rest area direncanakan berfungsi sebagai titik pengecekan rem kendaraan. Terkait lahan, sebagian kawasan hutan telah mengantongi Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan dan lahan masyarakat sekitar 10 hektare ditargetkan rampung administrasinya pada Maret agar pekerjaan fisik dapat diakselerasi.

"Keberhasilan Panorama 1 akan dilanjutkan ke Panorama 2 untuk memperkuat jalur logistik Padang-Solok-Sawahlunto hingga Jambi serta mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat," katanya.

Andre menegaskan sinergi akan terus diperkuat hingga tahap kedua proyek. Ia menekankan Flyover Sitinjau Lauik bukan sekadar infrastruktur, melainkan jalur keselamatan, logistik, dan masa depan ekonomi Sumatera Barat.

Lihat juga Video 'Pramono Kaji Pembangunan Flyover di Daan Mogot untuk Atasi Banjir-Macet':

(gbr/tor)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |