Anak Buah Purbaya Pede Ekonomi RI Tumbuh 5,5%, Ini Hitungannya!

2 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi pada kuartal I - 2025 akan mencapai 5,5%. Hal ini diungkapkan usai rapat kerja pemerintah, di Istana Negara, Kamis (9/6/2026).

"Pemerintah masih melihat pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama masih baik, masih bisa mencapai. Tadi menteri keuangan juga menyampaikan lebih besar sama dengan 5,5%," kata Airlangga, usai rapat.

Optimisme ini didukung dari fundamental ekonomi domestik, khususnya dari konsumsi rumah tangga yang mewakili 54% dari PDB. Selain itu penerimaan negara juga diprediksi meningkat hingga berbagai kebijakan yang disiapkan untuk menjaga pertumbuhan dan stabilitas ekonomi.

Lantas seperti apa perhitungan pertumbuhan ekonomi dari pemerintah?

Direktur Jenderal Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu menjelaskan 50% lebih sumbangsih pertumbuhan ekonomi berasal dari konsumsi dalam negeri. Selain itu belanja pemerintah sekitar 8-9%, investasi sekitar 30%, dan ekspor 25%.

Secara spesifik sektor yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dari dalam negeri yaitu, pertanian.

"Paling menarik sebenarnya yang jarang kita lihat adalah sektor pertanian. Tahun-tahun sebelumnya itu tumbuhnya cuma di bawah 2%. (Sekarang) pertanian ini share-nya sekitar 13% dari ekonomi kita," kata Febrio, usai diskusi di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah (BAKOM RI), di Jakarta, Kamis (9/6/2026).

Menurut Febrio, sektor pertanian menyerap 40 juta tenaga kerja. Ini merupakan sektor penting yang selama ini mengalami pertumbuhan yang lambat. Dia mencontohkan, pada 2025 lalu, ekonomi Indonesia hanya tumbuh sekitar 5%, sementara sektor tanaman pangan itu tumbuh 9%.

Dengan demikian, pemerintahan melihat adanya perubahan dari struktur perekonomian.

"Ini jelas sekali sangat searah dengan apa yang diarahkan pak presiden. Berikan penguatan pada belanja sektor pertanian," katanya.

"Pupuk 1 Januari langsung available, panen langsung naik, untuk beras itu di atas 13-14% pertumbuhannya tahun lalu. Lalu MBG itu permintaan terhadap produk pertanian meningkat tinggi sekali," tambahnya.

Febrio menjelaskan ekosistem sektor pertanian di desa sudah berubah di tahun 2025 dan akan berlanjut hingga 2026. Sehingga sektor ini akan menjadi penyumbang yang besar ke ekonomi Indonesia.

Lebih lanjut, Febrio juga menyebut sektor manufaktur yang mengalami pertumbuhan tinggi, juga menjadi penyumbang besar. Meskipun saat ini tengah dihadapi tantangan harga minyak mentah dunia yang tinggi.

"Satu lagi mungkin yang penting, pertumbuhan ekonomi Q1 - Q2 dan seterusnya ini akan banyak ditentukan oleh belanja negara yang dieksekusi dengan sangat cepat. Contoh tahun lalu kita belanja negara sekitar Rp 600-an triliun di Q1, tahun ini sudah Rp 815 triliun," kata Febrio.

"Ini pertumbuhan 30%. Nah ini pasti langsing berdampak pada pertumbuhan ekonomi di Q1, makanya kita yakin 5,5% itu akan tetap," tuturnya.

(emy/haa) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |