Jakarta, CNBC Indonesia - Deforestasi berdampak luas pada manusia. Bukan hanya soal krisis lingkungan, melainkan juga mengancam kesehatan manusia.
Sebagai informasi, deforestasi adalah hilangnya tutupan hutan secara permanen karena ulah manusia. Ini akan mengubah kawasan hutan menjadi lahan non-hutan secara irreversible dan menghilangkan fungsi ekologis hutan.
"Hutan memiliki peran utama sebagai habitat flora dan fauna, penyeimbang siklus air, serta pengatur iklim. Ketika hutan hilang, seluruh fungsi tersebut ikut lenyap," kata Ahli Entomologi IPB University, Upik Kesumawati Hadi, dikutip dari akun resmi IPB, Rabu (19/2/2026).
Salah satu dampak deforestasi adalah meningkatkan populasi nyamuk. Pada akhirnya akan berisiko pada penularan penyakit berbahaya.
Ini terjadi saat habitat alami dan satwa liar rusak, nyamuk akan kehilangan inang alami dan membuat manusia menjadi sumber darah utamanya. Nyamuk sendiri diketahui menjadi sumber sejumlah penyakit seperti demam berdasarkan dengue (DBD), Zika, chikungunya, malaria zoonotik dan demam kuning.
Sejumlah wilayah dengan tingkat deforestasi tinggi dilaporkan memiliki populasi nyamuk sangat melimpah serta risiko penyakit lebih besar, ungkap banyak laporan penelitian.
"Kondisi ini menjadi peringatan bahwa kerusakan hutan bukan hanya krisis lingkungan, tetapi juga ancaman nyata bagi kesehatan manusia," ujarnya.
Sementara itu, deforestasi juga berdampak pada siklus air yang terjadi lewat hilangnya proses penguapan dan penyerapan air tanah, meningkatkan risiko banjir, tanah longsor dan kekeringan.
Hilangnya tutupan hutan juga mengilangkan fungsi hutan sebagai penyerap karbon. Selain itu juga dapat meningkatkan emisi gas rumah dan memperparah perubahan iklim serta pemanasan global.
Upik menekankan reboisasi dan penghijauan untuk melakukan pencegahan dampak lebih lanjut. Dia menambahkan perlu dilakukan pengawasan hutan lewat aparat dan teknologi satelit serta penegakan hukum dengan edukasi masyarakat.
Peranan aktif masyarakat dalam mendukung pelestarian hutan juga sangat diperlukan. Dimulai dari kampanye lingkungan, hinggan pemanfaatan sumber daya hutan yang bijak dan bertanggung jawab.
(dem/dem)
Addsource on Google


















































