Jakarta, CNBC Indonesia - Kolombia akan meluncurkan rencana pengendalian populasi kuda nil di negara tersebut pada akhir 2026. Rencana tersebut termasuk membunuh 80 kuda nil dengan cara eutanasia.
Reuters melaporkan Menteri Lingkungan Hidup Kolombia Irene Velez mengumumkan rencana tersebut pada Senin (13/4).
Saat ini, ada sekitar 200 ekor kuda nil yang hidup di wilayah tengah negara Kolombia di dekat Sungai Magdalena. Jika tidak dikendalikan, Velez memproyeksikan populasi kuda nil bisa meledak hingga 1.000 ekor pada 2035.
"Kita harus bertindak untuk mengurangi populasi kuda nil. Aksi ini penting untuk melindungi ekosistem kita dan spesies asli kita," kata Velez.
Foto: ( Photo by Alberto GONZALEZ / AFP)
Pemandangan udara taman hiburan Hacienda Napoles di Doradal, departemen Antioquia, Kolombia, diambil pada 22 April 2023. Kolombia sedang berupaya memindahkan 70 kuda nil ke suaka margasatwa di luar negeri di Meksiko dan India, tetapi mengurangi kerusakan yang disebabkan oleh warisan luar biasa dari mendiang gembong narkoba Pablo Escobar ini membutuhkan biaya yang besar: $3,5 juta. ( Photo by Alberto GONZALEZ / AFP)
Kuda nil disebut membuat populasi spesies lokal seperti kura-kura sungai dan lembu laut (manatee) serta menyebabkan polusi air.
"Kami pikir akan ada 80 ekor yang bakal menjadi target tindakan tersebut [eutanasia]."
Kuda nil dibawa ke Kolombia pada 1980-an oleh raja narkoba Pablo Escobar. Escobar mengimpor empat ekor kuda nil untuk mengisi kebun binatang di salah satu kediamannya. Setelah Escobar tewas, kuda nil di kebun binatangnya berkembang biak dan populasinya terus bertambah.
Pemerintah Kolombia menganggarkan US$ 1,98 juta atau Rp 34 miliar untuk program pengendalian populasi kuda nil, termasuk pengurungan dan relokasi.
Kolombia juga berdiskusi dengan pemerintah negara lain seperti India, Filipina, Peru, dan Afrika Selatan yang bersedia menampung kuda nil dari Kolombia di kebun binatang masing-masing. Namun, sampai saat ini belum ada konfirmasi soal rencana pengiriman ke luar negeri tersebut.
Permasalahannya, kuda nil di Kolombia memiliki cacat genetika yang muncul karena perkawinan sedarah. Kondisi itu membuat banyak institusi tidak tertarik untuk menerima hewan asal Afrika tersebut.
(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]


















































