Xi Jinping Menyerah, Akhirnya Pasrah China Diserbu Amerika

1 hour ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - China akhirnya menyerah dan menerima 'serbuan' chip H200 buatan Nvidia asal Amerika Serikat (AS). Hal ini menandai babak baru hubungan antara dua negara kekuatan ekonomi terbesar di dunia.

AS dan China sudah berlarut-larut terlibat dalam 'perang' blokir teknologi. Dimulai dari pemerintahan Joe Biden hingga Donald Trump, AS terus-terusan memblokir akses chip AI dan alat pembuat chip AI canggih ke China.

Di saat bersamaan, China tak gentar dan justru termotivasi untuk mengembangkan chip AI secara mandiri tanpa ketergantungan AS. Namun, sejak akhir tahun lalu, kondisi mulai berubah.

Trump akhirnya membuka akses ekspor chip H200 ke China, dengan syarat pungutan 25% untuk setiap penjualan chip tersebut ke negara kekuasaan Xi Jinping. Lampu hijau Trump tak serta-merta diterima oleh Xi Jinping.


Bea cukai China beberapa saat lalu mengatakan larangan chip H200 masuk ke China. Sebelumnya, pemerintah juga dilaporkan meminta para perusahaan lokal untuk berhenti menggunakan chip buatan AS dan beralih ke chip lokal.

Chip H200 merupakan prosesor tercanggih kedua buatan Nvidia yang saat ini beredar di pasaran. Sebelumnya, chip ini 'diharamkan' masuk ke China. Trump hanya mengizinkan chip H20 yang kinerjanya masih lawas untuk beredar di China.

Xi Jinping Akhirnya Kasih Lampu Hijau Buat Amerika

Terbaru, dikutip dari Reuters, Rabu (28/1/2026), Xi Jinping akhirnya legowo menerima chip H200 ke negaranya. China dikatakan telah menyetujui impor pertama H200, menurut dua sumber yang familiar dengan hal tersebut.

Hal ini menandai perubahan posisi China, dalam upaya menyeimbangkan kebutuhan AI dengan pengembangan chip domestik yang belum bisa benar-benar menyamai AS.

Persetujuan awal ini meliputi ratusan ribu chip H200 yang dijamin masuk ke China. Keputusan ini berbarengan dengan kunjungan CEO Nvidia, Jensen Huang, ke China, pada pekan ini, menurut beberapa sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Salah satu sumber menyebut persetujuan H200 tahap awal dialokasikan untuk tiga perusahaan internet besar di China. Adapun perusahaan-perusahaan lain bergabung dalam antrean untuk persetujuan selanjutnya. Sumber tersebut menolak menjabarkan perusahaan apa saja yang akan pertama kali menerima chip H200 secara legal.

Kementerian Industri dan Kementerian Perdagangan China, serta Nvidia, belum merespons permintaan komentar.

Persetujuan H200 mengindikasikan sikap Beijing yang memprioritaskan kebutuhan para raksasa teknologi lokal, yang telah menghabiskan miliaran dolar AS untuk membangun data center untuk mengembangkan layanan-layanan AI. Hal ini untuk meningkatkan daya saing dengan para kompetitor asal AS, misalnya OpenAI.

Meskipun beberapa perusahaan China, termasuk Huawei, saat ini sudah memiliki produk baru yang berupaya menyaingi kinerja chip H20 buatan Nvidia, tetapi performanya masih jauh di bawah H200.

(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |