WN Irak Taruh Pisau di Tumpukan Sepatu Usai Sayat Leher Cucu Mpok Nori

3 hours ago 3
Jakarta -

Polisi mengungkap WN Irak, Fuad, membunuh cucu seniman Mpok Nori, wanita inisial DA (37), di Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur (Jaktim), karena rasa cemburu. Polisi mengungkap pelaku panik saat korban melakukan perlawanan sehingga menyayat leher korban.

"Jadi korban sendiri, diketuk pintunya, dibuka sama korban, dia masuk, mereka cekcok. Cekcok-cekcok terus sama dia dicekik, dicekik kalau ininya bilang dipiting ya. Karena korban melawan, dia panik, dia takut, diambil pisau terus disayat lehernya," ujar Panit 2 Subdit Resmob Polda Metro Jaya AKP Fechy J Atupah kepada wartawan, Senin (23/3/2026).

Pisau yang digunakan WN Irak untuk menghabisi eks istri sirinya di Bampu Apus, Cipayung, Jakarta Timur.Pisau yang digunakan WN Irak untuk menghabisi eks istri sirinya di Bampu Apus, Cipayung, Jakarta Timur. (Dok. istimewa)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fechy mengatakan pelaku membawa pisau yang digunakan untuk menyayat leher korban dari rumah. Dia mengatakan pisau perak silver itu kini menjadi salah satu barang bukti dalam kasus ini.

"Pisau berdasarkan keterangan pelaku kami periksa tadi malam, dia mengatakan bahwa pisau memang dia bawa dari rumah," ujarnya.

Fechy mengatakan pisau itu tak dibawa pelaku kabur. Dia mengatakan pisau itu ditaruh di atas tumpukan sepatu.

"Disimpan di atas tumpukan sepatu. Iya, ditaruh aja gitu di atas," ujarnya.

Diketahui, korban ditemukan pada Sabtu (21/3), pukul 04.30 WIB, di Jalan Daman I, Bambu Apus, Cipayung, Jaktim. Awalnya, ibu korban berinisial B mendatangi kontrakan korban pada Sabtu (21/3), pukul 03.00 WIB.

Namun, saat itu pintu rumah dalam keadaan terkunci dari dalam rumah. Kakak korban berinisial A kemudian membuka pintu rumah.

Saat itu, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di lantai. Polisi menyebut kondisi darah korban sudah mengering.

"KA SPK, Iden Polres Metro Jaktim, serta Piket Reskrim pada pukul 05.30 WIB, datang ke TKP. Hasil sementara terdapat luka sayatan di leher," ucapnya.

(mib/fca)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |