Tangerang Selatan -
Warga setempat ikut berkomentar terkait stiker 'Mending aku naik ojek online' yang terpasang di Halte Legoso 1 di Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel). Warga menyebut stiker itu 'salah alamat'.
"Mungkin salah alamat ya yang bikin pesannya. Harusnya lebih pahamlah buat kita kan kayak transum itu jadi kebutuhan. Kalau ojol (ojek online) kan keluar duit lagi kita," kata salah seorang warga, Rizal, saat ditemui di Halte Legoso, Jumat (4/9/2026).
Rizal mengusulkan agar stiker tersebut diganti. Dia meminta pesan yang dibawa dalam stiker baru nantinya akan bisa lebih mengajak orang naik transportasi umum (transum).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya kali ya, ganti aja. Misal lebih ngajak orang betah naik transum, kan lebih enak. Atau biasa aja kayak jaga ketertiban dan jaga keselamatan itu juga oke," katanya.
Selaras, mahasiswi bernama Ulya (20), yang biasa naik bus dari Halte Legoso, menilai stiker tersebut kurang pas. Ulya mengatakan seharusnya stiker yang ada di halte tersebut lebih mengajak orang naik transum.
"Mungkin maunya dia (pembuat stiker) lucu-lucuan aja ya. Biar nggak jenuh, daerah sini macet juga. Tapi kurang pas saja sih, menurut saya," kata Ulya.
"Karena kan harusnya mungkin bisa lebih ngajak orang naik bus ya, iya naik transportasi umum gitu. Kalau menurut aku, mungkin bisa yang lebih ngajak orang naik transportasi umum ya, gitu," imbuhnya.
detikcom mendatangi langsung Halte Legoso pada Jumat (4/9). Terlihat stiker berwarna dasar biru muda tersebut masih terpasang di tembok kaca halte. Stiker tersebut terlihat masih baru terpasang.
"Aku akan terus menunggu, tapi kalo lama, mending aku naik ojek online!" demikian isi tulisan pada stiker tersebut.
Selain tulisan itu, tampak juga pesan untuk mematuhi rambu lalu lintas. Ada juga imbauan untuk tidak mencoret-coret tembok tersebut.
Dalam stiker tersebut juga tampak ada logo dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangsel. Semboyan 'Tangsel Kota Layak Anak' juga terlihat di stiker itu.
Tonton juga video "Saat Ejekan Stiker WA Berujung Pembakaran Kantor Diskominfo Kukar"
(wnv/wnv)


















































