Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan menaruh perhatian besar pada penyelenggaraan angkutan natal dan tahun baru (Nataru) 2025/2026, salah satu fokus dari Kemenhub adalah angkutan penyeberangan.
"Tentunya kita akan tingkatkan seperti misalnya penyeberangan kita akan tambah lagi apa, jumlah kapal yang akan beroperasi, kemudian jumlah titik yang akan yang akan digunakan," kata Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam keterangan tertulisnya, Senin (5/1/2025).
Pasalnya di tengah situasi kejadian bencana dan cuaca buruk, angkutan penyeberangan menjadi perhatian Utama. Hal itu diperkuat dengan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memperkirakan bakal terjadi cuaca ekstrim di beberapa wilayah.
"Kita melihat bagaimana kondisi cuaca, kemudian juga kesiapan dari sarana dan prasarana kita evaluasi, tapi sejauh ini sudah berjalan dengan baik," kata Dudy.
Adapun jumlah penumpang kapal laut selama periode Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 mengalami kenaikan. Sepanjang periode H-10 hingga H+10, total penumpang yang menyeberang mencapai 3.445.335 orang, meningkat 8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, total kendaraan tercatat 850.426 unit, atau naik 6,7%, sehingga pergerakan masyarakat lewat kapal laut di tahun ini mengalami kenaikan. Angka tersebut berdasarkan data di 15 lintasan pantauan nasional.
Foto: Foto aerial yang memperlihatkan sejumlah kendaraan yang akan menyeberang ke Sumatera mengantre untuk memasuki kapal ferry di Pelabuhan Merak Banten, Rabu (5/5/2021) dinihari. Jelang larangan mudik pada 6 Mei 2021, Pelabuhan Merak mengoperasikan 29 kapal roro untuk melayani penyeberangan penumpang menuju Pelabuhan Bakauheni. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)
Foto aerial yang memperlihatkan sejumlah kendaraan yang akan menyeberang ke Sumatera mengantre untuk memasuki kapal ferry di Pelabuhan Merak Banten, Rabu (5/5/2021) dinihari. Jelang larangan mudik pada 6 Mei 2021, Pelabuhan Merak mengoperasikan 29 kapal roro untuk melayani penyeberangan penumpang menuju Pelabuhan Bakauheni. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)
"Puncak arus berangkat maupun balik selama periode libur Natal dan Tahun Baru 2026 secara keseluruhan berjalan lancar, aman, selamat, dan terkendali melalui pengaturan jadwal kapal, kesiapan sumber daya manusia, optimalisasi fasilitas pelabuhan, serta pemantauan intensif melalui posko terpadu," kata Direktur Utama ASDP Heru Widodo.
Berdasarkan data harian Posko ASDP pada H+10 yakni 4 Januari 2026 pukul 00.00-23.59 WIB), tercatat 1.000 trip kapal beroperasi di 15 lintasan pantauan nasional dengan realisasi 204.069 penumpang, meningkat 18,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.Dari sisi kendaraan, realisasi roda dua mencapai 21.478 unit atau naik 65,3 persen. Kendaraan roda empat tercatat 19.541 unit, tumbuh 4,9 persen, sedangkan bus mencapai 1.650 unit atau naik 5,4 persen.
Sementara itu, truk yang menyeberang tercatat 9.170 unit, turun 10,7 persen, sejalan dengan pengaturan distribusi logistik selama periode Nataru. Secara keseluruhan, 51.839 unit kendaraan telah menyeberang pada H+10, meningkat 19,3 persen dibandingkan tahun lalu. Angka tersebut menjadi evaluasi ke depan, utamanya penguatan pada lintasan utama sebagai bagian dari kesiapan menghadapi angkutan Lebaran yang akan berlangsung kurang lebih satu bulan ke depan.
Demi menghindari penumpukan di pelabuhan, masyarakat dihimbau untuk membeli tiket sejak jauh hari, mengisi data identitas secara lengkap dan benar, serta datang ke pelabuhan sesuai jadwal.
"Kepatuhan pengguna jasa dalam membeli tiket secara daring melalui Ferizy juga berperan penting dalam menjaga keteraturan layanan," ujar Heru.
(fys/wur)
[Gambas:Video CNBC]


















































