Jakarta - Wali Kota Jakarta Barat (Walkot Jakbar) Iin Mutmainnah menepis julukan 'Gotham City' yang disematkan warganet di media sosial (medsos) untuk wilayah yang dipimpinnya. Dia menegaskan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Jakbar relatif terkendali.
"Ketika kemarin ada isu atau berita terkait dengan Gotham City, saya diskusi dengan Pak Kapolres. Beliau menyampaikan data yang ada di Jakarta Barat sesungguhnya tidak lebih tinggi dari wilayah lain. Secara rata-rata, kita dalam kondisi yang TKA (terkendali aman)," ujar Iin, dilansir Antara, Selasa (2/6/2026).
Hal itu disampaikannya setelah memimpin Apel Kesiapsiagaan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Jakarta Barat di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Senin. Julukan 'Gotham City' itu disematkan warganet karena maraknya kriminalitas pada malam hari di Jakbar.
Sebagai informasi, Gotham City ialah kota fiksi yang dipenuhi kriminalitas dalam komik dan film 'Batman'. Namun, Iin menepis jika Jakbar dicap sebagai Gotham City.
Dia menyebutkan salah satu indikator Jakbar tetap kondusif, yaitu masih tingginya aktivitas masyarakat di ruang publik pada malam hari, termasuk pemanfaatan fasilitas olahraga, baik milik pemerintah maupun swasta, seperti Marudja Sport Park. Menurutnya, hal itu membuktikan warga merasa nyaman beraktivitas hingga larut malam.
Kendati demikian, pihaknya tetap mengimbau masyarakat agar melakukan langkah preventif demi menjaga keselamatan diri, seperti mengurangi aktivitas malam yang tidak mendesak serta memastikan ada pendamping bagi perempuan yang harus keluar malam.
Iin mengatakan hal itu murni fiksi. Di dunia nyata, penanganan dinamika keamanan memerlukan peran aktif dari seluruh elemen masyarakat. Sebagai langkah mitigasi, pihaknya mengoptimalkan peran FKDM di tingkat kecamatan untuk melakukan pemetaan dan penjagaan di titik-titik rawan kriminalitas.
FKDM diproyeksikan sebagai sistem peringatan dini atau early warning system yang bersentuhan langsung dengan akar rumput dan bersinergi dengan unsur Tiga Pilar (TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah).
"FKDM akan bekerja sama dan juga akan berkoordinasi secara efektif dengan unsur Tiga Pilar. Ini menunjukkan bahwa Jakarta Barat siap untuk menjaga Jakarta aman," tegas Iin.
Selain mengintensifkan patroli keamanan, Pemerintah Kota Jakarta Barat juga tengah memproses penambahan pengadaan kamera pengawas (CCTV), khususnya di kawasan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) guna memantau titik-titik rawan kejahatan.
Dia mengimbau agar seluruh pihak, baik instansi pemerintah maupun swasta, ikut serta menjaga keamanan lingkungan secara mandiri dengan memasang kamera pengawas di area internal masing-masing.
"Untuk secara kolektif di fasos-fasum, tentu menjadi kewajiban dari dinas terkait. Harapannya, semua tempat, baik gedung swasta maupun kantor pemerintah, memiliki keamanan yang terpadu," ungkap Iin.
Tonton juga Video: Muncul Istilah 'Gotham City' Jakbar, Ini Respons Walkot-Kapolres-DPRD
(jbr/imk)















































