Walkot Solo Respati Bicara 'Revolusi Sampah': Harus Berani Ubah Kebiasaan

4 hours ago 2

Jakarta -

Wali Kota Solo, Respati Ardi, menekankan perlu ada pola yang diubah dalam pengelolaan sampah. Ia menyinggung soal revolusi sampah, yakni terobosan untuk mengubah kebiasaan pola angkut sampah langsung kirim ke tempat pembuangan akhir (TPA).

"Tantangannya adalah kebiasaan dari sebelumnya pola angkut, langsung kirim, langsung ke TPA. Yang hari ini pola harus diubah. Revolusi sampah, yang seharusnya kita bisa pilah dan olah mandiri di hulu dan harus ada keberpihakan dari pemerintah untuk berani mengajak masyarakatnya mengubah pola dari kebiasaan yang sudah ada dan tentunya ini tidak populis," kata Respati saat wawancara dengan detikcom, Selasa (15/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Respati memahami pasti ada masyarakat yang tidak menyukai terobosan itu. Kendati demikian, ia meyakini dampak langkah tersebut akan meninggalkan warisan yang positif untuk generasi selanjutnya.

"Bahwa masyarakat pasti tidak suka dengan sesuatu hal yang baru dan itu mengubah kebiasaan. Tetapi, resiko ini karena tidak populis, tetapi saya yakin saya tidak ingin memberikan warisan yang jelek yang buruk untuk penerus-penerus kita ke depan," ungkapnya.

Respati mengatakan edukasi pemilihan sampah mesti diajarkan dari tingkat sekolah. Pihaknya juga mengutamakan keberpihakan anggaran sebagai komitmen untuk menuntaskan permasalahan sampah di Kota Solo.

"Maka dari itu, dari mulai sekolah, dan kita akan melibatkan kelompok masyarakat, anak muda, ibu-ibu untuk mensosialisasikan pemilahan dan pengolahan sampah dan kita akan ada keberpihakan anggaran yang akan kita berikan," ujarnya.

Ia berharap revolusi sampah ini mampu mengubah paradigma dari yang semula sampah dikumpulkan kemudian diangkut, menjadi dipilah dahulu secara mandiri. Ia juga menegaskan pelaku pencemar lingkungan mesti mendapat sanksi yang setimpal.

"Ya, revolusi pengolahan sampah karena mengubah paradigma yang kumpul, angkut, buang, kumpul angkut buang, menjadi pilah dan olah mandiri. Nah ini revolusinya di sini. Dan kita melibatkan kelompok masyarakat untuk langsung turut andil mengelola sampah di tingkat hulu. Dan kita membuka peluang ada nilai ekonomi yang itu dibebankan kepada pelaku-pelaku usaha pencemar sampah," kata dia.

Respati menekankan soal pembentukan Satgas Semesta sebagai langkah Pemkot Solo untuk memberi dampak baik ke lingkungan. Ia pun tak ingin ada lagi praktik pembuangan sampah terbuka (open dumping) di Kota Solo ke depannya.

"Maka dari itu saya membentuk Satgas Semesta di mana kita menyayangi kembali semesta kita. Di mana tempat pembuangan akhir tidak lagi open dumping, tidak lagi ada gas metana yang keluar," ujar Respati.

"Maka dari itu kesadaran untuk menyayangi semesta khususnya pengelolaan sampah itu menjadi kunci utama keberhasilan, kebersamaan untuk mengurai. Tidak hanya pemerintah, tidak hanya kelompok masyarakat, tetapi setiap individu pasti ada sanksi, pasti ada permasalahan ketika ada merusak lingkungan dan semesta. Maka dari itu sayangi semesta pasti hidup bahagia," imbuhnya.

Lihat juga Video: Buka JEFF 2026, Pramono Dorong Penanganan Sampah Jakarta Lebih Masif

(dwr/trw)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |