Jakarta, CNBC Indonesia - Kepolisian Vietnam secara menangkap Wakil Menteri Kesehatan Tran Van Thuan atas dugaan menerima suap dalam jumlah fantastis. Penangkapan petinggi negara ini merupakan bagian dari penyelidikan mendalam terhadap sebuah perusahaan yang dituduh menyelundupkan peralatan medis dan alat kesehatan (alkes).
Mengutip The Star, Rabu (2/9/2026), kementerian keamanan publik membeberkan bahwa Tran, yang juga dikenal luas sebagai ahli onkologi terkemuka di Vietnam, resmi ditahan atas keterlibatannya dalam skandal suap tersebut.
Pria berusia 56 tahun itu sebelumnya diangkat sebagai wakil menteri kesehatan pada tahun 2020 dan memegang posisi sebagai ketua Dewan Medis Nasional pada 2024. Pihak kementerian merilis pernyataan resmi mengenai alasan utama penahanannya.
"Karena penerimaan suapnya yang melibatkan sejumlah besar uang," paparnya.
Penangkapan Tran ini berkaitan erat dengan investigasi polisi yang mengusut kasus dugaan penyelundupan dan pelanggaran peraturan akuntansi yang memicu konsekuensi serius di perusahaan Viet My Medical Investment Joint Stock Company. Polisi dilaporkan telah menciduk dua eksekutif dan seorang akuntan di firma tersebut.
Media pemerintah membeberkan bahwa perusahaan itu diduga sengaja didirikan untuk memperdagangkan, menjual kembali, dan menggelembungkan harga peralatan medis serta farmasi sebelum mengimpornya dari Singapura dan Hong Kong ke Vietnam. Polisi juga menuduh para pemimpin perusahaan berusaha mengimpor peralatan medis secara ilegal.
Langkah agresif negara komunis Vietnam ini merupakan kelanjutan dari kampanye antikorupsi tingkat tinggi yang dalam beberapa tahun terakhir telah sukses menjerat puluhan pemimpin bisnis dan tokoh senior pemerintah. Analis menilai bahwa gerakan sapu bersih yang dipercepat oleh Presiden To Lam ini telah menyingkirkan banyak lawannya, sekaligus menjadikannya sebagai pemimpin paling dominan di negara tersebut selama beberapa dekade terakhir.
Sebelum skandal ini meledak, mantan menteri kesehatan Nguyen Thi Kim Tien juga telah dijatuhi hukuman enam tahun penjara pada bulan Mei lalu akibat kasus salah urus proyek rumah sakit. Nguyen yang sebelumnya sempat diguncang oleh rentetan skandal korupsi, bahkan pernah dinobatkan sebagai pejabat paling tidak populer berdasarkan pemungutan suara oleh para anggota parlemen di negara sistem partai tunggal tersebut.
(tps/tps)
[Gambas:Video CNBC]


















































