Wakil Kepala BPS RI Canangkan SE2026 di NTB, Usung Semangat Kolaborasi

4 hours ago 1

Jakarta -

Dalam beberapa tahun terakhir, Nusa Tenggara Barat (NTB) tumbuh sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Indonesia Tengah dan Timur. Hal ini ditopang oleh hadirnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang menjadi tuan rumah ajang balap motor MotoGP serta Gunung Rinjani yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata dunia.

Kehadiran dua kawasan unggulan tersebut mendorong berkembangnya berbagai aktivitas usaha di sektor pariwisata, transportasi, akomodasi, perdagangan, hingga ekonomi kreatif. Berbagai aktivitas ekonomi tersebut bersama seluruh sektor lainnya akan dipotret secara lengkap melalui Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

SE2026 akan merekam perekonomian NTB secara menyeluruh, termasuk sektor pertanian yang juga menjadi andalan. Tahun 2025, produksi padi NTB menjadi yang kedua tertinggi di kawasan Indonesia Tengah dan Timur, tumbuh pesat hingga 14,51 persen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Komitmen untuk menyukseskan perhelatan sepuluh tahunan tersebut ditegaskan melalui Pencanangan SE2026 di Gedung Gelanggang Pemuda Youth Centre Mataram, oleh Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Sonny Harry Budiutomo.

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa sensus ekonomi merupakan instrumen strategis untuk memotret kondisi dan perkembangan aktivitas usaha di daerah secara lengkap, tanpa menggunakan APBD. Tahun 2026, terdapat 658 ribu unit usaha di NTB, naik hampir 60 ribu usaha dalam sepuluh tahun terakhir.

"Kami tidak hanya mencatat lapangan usaha tapi juga door to door dari rumah ke rumah. Jadi, mohon dukungan pelaku usaha dan keluarga untuk membuka pintu bagi petugas kami di lapangan," ujar Sonny dalam keterangannya, Minggu (21/6/2026).

Hal itu dikatakannya saat membuka Pencanangan SE2026 di Gedung Gelanggang Pemuda Youth Centre Mataram, NTB, Jumat (19/6).

Menurutnya, keberhasilan sensus tidak hanya ditentukan oleh kinerja petugas lapangan, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat dan pelaku usaha serta dukungan penuh pemerintah daerah. Karena itu, ia mengajak masyarakat lewat satu kata sederhana, yaitu 'TIR': Terima petugas SE2026, Isi data dengan benar, dan Rahasia data pasti terjaga.

BPS Foto: Dok. BPS

Sonny juga mengingatkan seluruh petugas sensus untuk memastikan tidak ada keluarga maupun usaha yang terlewat serta menjaga kualitas data yang dikumpulkan.

"Pastikan jangan ada yang terlewat, semua harus dicacah. Pastikan semua data akurat. Jangan ada yang terlewat, data akurat," pesan Sonny kepada seluruh petugas dan jajarannya.

Wakil Ketua Komisi X, Lalu Hadrian Irfani menyampaikan apresiasinya atas semangat jajaran BPS dalam menyelenggarakan SE2026.

"Kami di Komisi X salut dan bangga kepada BPS, khususnya BPS Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam menjalankan amanah undang-undang, ditengah efisiensi, penajaman dan pengurangan anggaran. Sebagai mitra BPS di Komisi X, kami mendukung BPS dalam menjalankan amanah undang-undang," ucapnya.

Menurutnya, potret ekonomi Indonesia hari ini dan masa-masa yang akan datang sangat ditentukan oleh pelaksanaan SE2026.

BPS Foto: Dok. BPS

Sementara itu, Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan SE2026. Menurutnya, data ekonomi yang berkualitas merupakan fondasi bagi perencanaan pembangunan yang tepat sasaran.

"Data ekonomi yang baik akan melahirkan kebijakan yang baik. Karena itu, Sensus Ekonomi 2026 harus kita sukseskan bersama," jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk menerima kedatangan petugas sensus dan memberikan informasi yang akurat sesuai kondisi sebenarnya.

Semangat kolaborasi dan komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung keberhasilan SE2026 ditunjukkan melalui penancapan bendera pada miniatur Gunung Rinjani oleh Wakil Kepala BPS RI, Gubernur NTB, para bupati dan wali kota, serta unsur Forkopimda Provinsi NTB.

Dukungan pemerintah daerah terhadap pelaksanaan SE2026 juga ditunjukkan melalui penandatanganan deklarasi oleh para bupati dan wali kota sebagai bentuk kesiapan menyukseskan pendataan di wilayah masing-masing.

Pencanangan SE2026 di NTB berlangsung semakin semarak dengan penampilan peresean, seni bela diri tradisional masyarakat Sasak yang menjadi salah satu ikon budaya daerah. Peresean dipilih sebagai simbol keberanian, ketangguhan, dan sportivitas yang sejalan dengan semangat kolaborasi dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Suasana semakin meriah ketika Gubernur NTB dan Wakil Kepala BPS RI turun langsung ke arena sebagai pepadu peresean secara simbolis. Melalui pendekatan budaya lokal tersebut, pesan akan pentingnya sensus ekonomi diharapkan semakin dekat dan mudah diterima oleh masyarakat.

Rangkaian kegiatan juga diramaikan oleh pameran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menampilkan berbagai produk unggulan daerah. Kehadiran para pelaku UMKM menjadi representasi nyata denyut ekonomi NTB yang akan dipotret melalui Sensus Ekonomi 2026.

Sebagai informasi, turut hadir dalam kesempatan tersebut, Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal; Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani; para bupati dan wali kota se-Pulau Lombok; unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi NTB; Kepala BPS Provinsi NTB dan seluruh Kepala BPS Kabupaten/Kota se-NTB; pimpinan instansi vertikal; pelaku usaha; serta tokoh dan kelompok masyarakat. Lebih dari 500 tamu undangan memadati lokasi kegiatan sebagai wujud dukungan bersama dan kolaborasi terhadap pelaksanaan SE2026 di Bumi Gora.


(akn/ega)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |