Waka Komisi IX DPR Kritik Kepala BGN soal Wacana MBG ke Saudi: Tak Relevan

5 hours ago 1
Jakarta -

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, menyoroti Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana yang mewacanakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak sekolah Indonesia di Jeddah, Arab Saudi. Yahya mengatakan usulan yang disampaikan BGN tak relevan.

"Pertama, saya menyayangkan wacana anak Indonesia yang sekolah di Arab Saudi mau dikasih MBG. Wacana tersebut sangat tidak relevan dengan tujuan utama program MBG untuk meningkatkan asupan gizi kepada anak-anak sekolah di dalam negeri, serta ibu hamil, ibu menyusui dan balita," kata Yahya kepada wartawan, Selasa (2/7/2026).

Yahya mengingatkan Dadan untuk meningkatkan kualitas MBG dengan pengawasan ketat terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Nasional (SPPG). Ia menyoroti sampai saat ini masih ada temuan kasus keracunan lantaran MBG.

"Kedua, saya mengingatkan kepala BGN untuk fokus kepada peningkatan kualitas MBG dengan meningkatkan pengawasan yang ketat terhadap SPPG karena sampai sekarang masih banyak terjadi kasus keracunan," tambahnya.

Ia mengatakan masih ada SPPG yang belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) hingga Instansi Pengelolaan Air Limbah (IPAL). Dadan mengatakan target penerima manfaat dari MBG di RI saja belum terpenuhi.

"Saya minta kepala BGN mengejar target 82 juta penerima manfaat pada tahun 2026. Sekarang masih sekitar 60 juta penerima manfaat. Jangan membuat wacana yang tidak perlu dan tidak relevan untuk dilaksanakan," kata Yahya.

"Target di dalam negeri saja belum terpenuhi sudah mengalihkan perhatian kepada isu yg tidak penting. Kenapa yang menjadi perhatian anak Indonesia yang sekolah di Arab Saudi? bagaimana dengan anak Indonesia yang sekolah di negara lain seperti Malaysia yang jumlahnya justru lebih banyak," pungkasnya.

Pernyataan BGN

Dadan Hindayana sebelumnya mewacanakan program MBG untuk anak sekolah Indonesia Jeddah di Arab Saudi. Dadan akan melapor ke Presiden Prabowo Subianto terlebih dulu terkait usulan itu.

Hal itu disampaikan Dadan saat datang ke sekolah Indonesia Jeddah. Menurutnya, ada sekitar 1.000 anak pekerja migran yang bersekolah di sana.

"Saya diminta datang ke sekolah Indonesia Jeddah di mana di situ ada kurang lebih 1.081 anak-anak pekerja migran yang didik di sekolah Indonesia Jeddah, dan saya kira ini program yang bagus karena bisa membuat anak-anak pekerja migran itu punya harapan masa depan," kata Dadan, dikutip, Selasa (2/6).

Dadan mengatakan ada sekitar 100 siswa dan 56 guru yang antusias menyambut kedatangannya di sekolah tersebut. Menurut Dadan, dalam kesempatan itu, para siswa yang hadir meminta program MBG seperti yang ada di dalam negeri.

"Mereka spontan ingin menikmati program yang dirasakan oleh teman temannya di Indonesia," katanya.

Namun usulan itu akan dilaporkan terlebih dulu ke Presiden Prabowo. Nantinya program tersebut akan menjadi percontohan bagi tempat yang terdapat pekerja migran Indonesia lainnya.

"Jadi kita tadi datang untuk melihat dan nanti saya akan laporkan ke Presiden apakah dimungkinkan kita membuat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di sekolah Indonesia Jeddah. Dan juga mungkin nanti ada juga pekerja-pekerja migran di Malaysia dan di kebun-kebun dan sebagainya, ini bisa menjadi suatu pilot project," katanya.

Simak juga Video 'Makan Bergizi Gratis Bakal ke Luar Negeri, BGN Tunggu Restu Prabowo':

(dwr/lir)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |