Jakarta -
Rekaman video viral memperlihatkan keributan di sebuah warung di kawasan Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat. Keributan ini diduga melibatkan prajurit TNI dengan penjaga warung.
Dilihat dari video yang beredar, Selasa (5/5/2026), terlihat mulanya terjadi cekcok antara penjaga warung, yakni wanita serta pria, dan seorang pria yang mengenakan baju hitam dengan helm putih. Adu mulut tersebut kemudian berubah menjadi pemukulan yang dilakukan pria pembeli.
Awalnya, pria pembeli tersebut menyerang wanita penjaga warung dengan melakukan pemukulan saat terjadi cekcok mulut. Kemudian, pria penjaga warung mencoba melindunginya dengan memberi perlawanan.
Namun pria pembeli ini kembali memukul pria penjaga warung. Ia juga menghancurkan etalase warung menggunakan tabung gas melon.
Lemari pendingin es krim turut dihancurkan. Di video selanjutnya, tampak terjadi keributan di antara sejumlah orang di warung tersebut.
Warga sekitar lokasi tampak turut melerai keributan tersebut. Tak lama kemudian, pria pembeli yang mengaku sebagai oknum anggota TNI itu langsung dibawa ke luar untuk menjauh dari warung.
Dimintai konfirmasi, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Saputra membenarkan adanya peristiwa keributan tersebut. Roby mengatakan insiden tersebut sudah ditangani oleh Pom TNI.
"Iya (sudah monitor). Sudah ditangani POM," ujar Roby, Selasa (5/5/2026).
TNI AD Ungkap Pemicu Keributan
Terpisah, Kadispen TNI AD Brigjen Donny Pramono membenarkan adanya peristiwa keributan antara prajurit TNI AD dan warga sipil di lokasi tersebut. Donny turut menjelaskan pemicu awal terjadinya keributan ditengarai proses transaksi belanja hingga akhirnya prajurit TNI AD bernama Sertu AW mengalami luka tusuk.
"Perlu kami jelaskan bahwa kejadian tersebut bermula dari kesalahpahaman saat transaksi di warung, yang kemudian berkembang menjadi cekcok. Dalam peristiwa itu, justru prajurit TNI AD atas nama Sertu AW mengalami luka akibat penusukan oleh pemilik warung dan saat ini yang bersangkutan sedang mendapatkan penanganan medis di RS Hermina Kemayoran," ujar Donny dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (5/5/2026).
Donny menjelaskan, terkait kerusakan warung yang terjadi setelahnya, hal tersebut merupakan bagian dari rangkaian kejadian di lokasi yang situasinya sudah memanas. Namun dia memastikan seluruh peristiwa ini telah ditangani oleh Polres Jakarta Pusat dan juga didalami oleh pihak terkait untuk memastikan fakta secara utuh.
"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh potongan video yang beredar di media sosial yang belum tentu menggambarkan kejadian secara lengkap," jelas Donny.
"TNI AD memastikan bahwa setiap prajurit yang terlibat akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku apabila terbukti melakukan pelanggaran," imbuhnya.
Dia juga memastikan saat ini situasi di lokasi sudah aman dan kondusif. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian agar penanganan berjalan dengan baik.
(mea/dhn)


















































