Jakarta, CNBC Indonesia - Video kamar kos yang dipenuhi tumpukan barang dan sampah belakangan ramai di media sosial. Kondisinya bikin publik kaget, tapi di balik itu ada kemungkinan masalah kesehatan mental yang jarang dipahami, yaitu hoarding disorder.
Dalam video yang beredar di TikTok, terlihat pemilik kos mendatangi kamar penghuni yang kondisinya sangat berantakan. Barang-barang menumpuk hingga lantai tak terlihat, bahkan disebut warganet seperti "kapal pecah".
Tak hanya itu, tumpukan barang dan sampah juga merusak fasilitas kamar, mulai dari tempat tidur hingga kamar mandi. Pemilik kos juga menemukan alat makan yang dibiarkan kotor dengan sisa makanan hingga membusuk.
Video tersebut langsung viral dan memicu berbagai komentar. Banyak warganet menduga penghuni kamar tersebut mengalami hoarding disorder.
Lalu, apa sebenarnya hoarding disorder?
Mengacu pada Kementerian Kesehatan RI, hoarding disorder merupakan gangguan kesehatan mental yang membuat seseorang cenderung menimbun barang, termasuk yang tidak lagi berguna, dalam jumlah berlebihan di suatu ruang.
Perilaku ini bukan tanpa alasan. Pengidap biasanya merasa barang-barang tersebut akan berguna suatu saat nanti, memiliki nilai emosional, atau memberi rasa aman, sehingga mereka akan merasa tertekan jika harus membuangnya.
"Penderita akan merasa stres jika harus membuang barang-barang tersebut. Akibatnya, kumpulan barang terus menumpuk meskipun sebagian besar sudah rusak dan tidak bernilai," tulis Kemenkes RI, dikutip Rabu (1/4/2026).
Akibatnya, barang terus menumpuk meski sebagian besar sudah rusak atau tidak bernilai. Dalam banyak kasus, kondisi ini sulit ditangani karena pengidap tidak menyadari bahwa perilakunya merupakan masalah.
Penyebab pasti hoarding disorder hingga kini belum diketahui. Namun, ada sejumlah faktor yang diduga berperan, seperti riwayat gangguan mental lain seperti depresi, skizofrenia, atau gangguan obsesif kompulsif (OCD).
Selain itu, pola asuh dalam keluarga, pengalaman kehilangan orang terdekat, kesulitan ekonomi, hingga trauma akibat kehilangan harta benda juga bisa menjadi pemicu. Beberapa tanda yang bisa dikenali antara lain kesulitan membuang barang, rasa cemas berlebihan saat harus melepaskan sesuatu, sulit mengambil keputusan, serta merasa tidak nyaman jika orang lain menyentuh atau merapikan barang miliknya.
Kondisi ini sering kali tidak disadari, padahal bisa berdampak pada kualitas hidup dan lingkungan sekitar jika tidak ditangani dengan tepat.

















































