Video: Efek Perang, Biaya Impor Bahan Baku Pestisida Melonjak Tajam

10 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia- Kolaborasi antar sektor disebut National Sales Manager Advansia Indotani, Suhendi sebagai kunci bagi penegmbangan produk pestisida, insektisida, herbisida, dan fungisida yang dapat membantu petani mengatasi berbagai persoalan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).

Hal ini diperlukan untuk mempercepat pengembangan inovasi dan teknologi perlindungan tanaman menghadapi hama & penyakit tanaman agar produksi petani dapat dimaksimalkan.

Saat ini produk pestisida Advansia mayoritas merupakan pestisida untuk buah dan sayuran yang mencapai 60-70% dari total produksi. Diharapkan inovasi ini bisa membantu program swasembada pangan dan MBG yang permintaannya naik mencapai 30%.

Meski demikian industri pestisida ikut merasakan dampak perang Timur Tengah seiring dengan lonjakan harga Minyak dan gangguan rantai pasok global. Hal ini terkait kenaikan harga bahan baku impor, lonjakan harga plastik hingga pelemahan Rupiah yang mempengaruhi biaya produksi pestisida dan menekan margin bisnis.

Seperti apa strategi pengembangan produk pestisida di tengah program swasembada pangan dan program MBG? selengkapnya simak dialog Andi Shalina dengan National Sales Manager Advansia Indotani, Suhendi dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Rabu, 15/04/2026)


Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |