Trump Serang JPMorgan Chase, Dunia Perbankan AS Siaga Satu

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menuntut JPMorgan Chase pada Sabtu (17/1/2026) lalu. Tuntutan ini mengacu atas tuduhan "debanking" atau penolakan akses perbankan oleh JPMorgan Chase terhadap Trump setelah kerusuhan 6 Januari 2021 di Gedung Capitol AS.

"Saya akan menuntut JPMorgan Chase dalam dua minggu ke depan karena secara tidak benar dan tidak pantas menolak akses perbankan saya setelah protes 6 Januari, sebuah protes yang ternyata benar bagi mereka yang melakukan protes," kata Trump, dikutip dari CNBC.com, Minggu (18/1/2026).

Kendati demikian, pihak JPMorgan dan Gedung Putih tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Sebagai kilas balik, pada bulan Agustus lalu, Trump menandatangani perintah eksekutif yang mewajibkan bank untuk memastikan mereka tidak menolak layanan keuangan kepada klien berdasarkan keyakinan agama atau politik. Ini merupakan praktik yang kemudian dikenal dengan istilah debanking.

Trump mengklaim hal tersebut dalam sebuah wawancara CNBC pada bulan Agustus, tanpa memberikan bukti, bahwa dirinya secara pribadi didiskriminasi oleh bank. Dia mengatakan bahwa JPMorgan Chase dan Bank of America menolak menerima simpanannya setelah masa jabatan pertamanya sebagai Presiden AS.

Pada saat itu, JPMorgan mengatakan tidak menutup rekening milik Trump karena alasan politik, sementara Bank of America mengatakan tidak berkomentar tentang masalah klien. BofA juga mengatakan akan menyambut aturan yang lebih jelas dari regulator tentang bagaimana menjalankan aktivitasnya.

Asal tahu saja, Trump dan keluarganya memiliki sejarah mengkritik lembaga keuangan karena diduga menolak bekerja sama dengan mereka berdasarkan orientasi politik mereka.

Tahun lalu, Donald Trump Jr. mengatakan bahwa keluarganya kesulitan mengakses layanan bank besar, sebuah situasi yang diduga mendorong keluarga Trump untuk memasuki industri mata uang kripto.

"Jadi, [keluarga saya] terjun ke kripto, bukan karena, 'hei, ini hal keren berikutnya,' kami terjun karena kebutuhan," kata Trump Jr. kepada CNBC dalam sebuah wawancara Juni tahun lalu.

Seiring konflik ini, saham JPMorgan turun sekitar 5% selama seminggu terakhir, bahkan setelah bank tersebut pada hari Selasa melampaui ekspektasi untuk pendapatan dan laba kuartal keempat 2025. Saham JPMorgan dan saham lainnya di sektor perbankan jatuh sebagai respons terhadap tuntutan Trump untuk membatasi suku bunga kartu kredit pada 10%, memberi perusahaan keuangan waktu hingga 20 Januari 2026 untuk mematuhinya.

Ancaman hukum Trump terhadap JPMorgan muncul ketika presiden, dalam unggahan Truth Social yang sama, membantah laporan Journal pada hari Rabu (14/1/2026) yang mengatakan presiden telah menawarkan posisi ketua The Federal Reserve (Fed) kepada CEO JPMorgan Jamie Dimon beberapa bulan lalu selama pertemuan di Gedung Putih.

Namun, Dimon menganggap tawaran itu sebagai lelucon, menurut laporan Journal.

Dalam unggahannya, Trump membantah laporan tersebut, sehingga menggarisbawahi keraguannya tentang Dimon dan JPMorgan.

"Pernyataan ini sama sekali tidak benar, tidak pernah ada tawaran seperti itu," tulis Trump.

"Mengapa The Wall Street Journal tidak menghubungi saya untuk menanyakan apakah tawaran seperti itu pernah diajukan? Saya akan langsung menjawab, 'tidak,' dan itu akan menjadi akhir dari cerita ini," lanjut dia.

Namun demikian, baik The Journal maupun JPMorgan tidak segera menanggapi permintaan komentar yang dikirim di luar jam kerja normal.

Sebagai catatan, masa jabatan Ketua Fed saat ini, Jerome Powell, akan berakhir pada 15 Mei nanti.

(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |